Review : Akibat Pergaulan Bebas 2 ‘Skandal Video Porno’ (2011)


Directed : Findo Purwono HW

Cast : Keith Foo, Leylarey Lesense, Lia Aulia, Rocky Jeff, Amink, Tasya Djerly
Release Date :  12 May 2011
RATE (1-5) : Ga masuk kategori bintang
Jujur,  gue cukup bingung mau nulis review ‘kayak gimana’ buat film ini. Kenapa yak? Apa karena sutradaranya Findo Purwono (Setan Budeg, Kutunggu Jandamu, Lihat Boleh Pegang Jangan, Hantu Tanah Kusir) yang seringnya merilis film-film komedi dan horror tanggung?
Overall, menurut gue kemunculan film ini sama sekali ga ada bedanya dengan film-film sejenis yang terlebih dahulu dirilis. Baik Akibat Pergaulan Bebas 2 dan Akibar Pergaulan Bebas 1 garapan Nayato, keduanya masih ‘ketergantungan’ akan anle-angle film di pub. Tapi gue pikir, Findo lumayan ‘berani’ buat mengadaptasi kisah selebritas yang sempet booming banget jadi bahan gosip sore ibu-ibu sampe anak-anak Abege (baca:ABG) di lingkungan rumah gue.  Jelas, sangat mungkin penonton akan berbondong-bondong ke bioskop membeli tiket film ini.
Denis Yudhistira (Keith Foo), diceritakan adalah seorang bintang film terkenal yang lagi pacaran sama Rasty Maria, seorang penyanyi terkenal. Dipuncak kariernya video porno dengan pacarnya dan artis Tiara beredar luas. Denis nuduh Jimmy (Rocky Jeff) yang nyebarin videonya karena Jimmy satu-satunya yang iri sama dia karena dia sempet beberapakali terlibat masalah sama Jimmy. Situasi riweh kayak gini yang dialami Denis sampe-sampe untuk tau perkembangan kasusnya dari Mario (Amink). Sementara gadis bogor yang hamil karena dirtidurin Denis pun minta Denis tanggung jawab tapi sayangnya Denis malah melamar Rasty. Ceritanya berjalan flat smapai akhirnya Rasty bunuh diri dan Denis myerahin diri ke polisi.
Berkaca pada poster dan judul filmnya, sudah bukan barang tabu lagi, film di mulai dengan slide adegan sang bintang terkenal, Denis Yudhistira (Keith Foo) yang merekam adegan ‘panas’-nya dengan beberapa wanita. Film lalu bergerak menceritakan rutinitas sang bintang. Sampai pada dialog pertama Denis, disini gue nyadarin lemahnya akting Keith Foo (untuk peran dalam film ini).
Penggambaran dunia ke-artisan yang disuguhkan masih jauh dari kata cukup dan kesannya agak menggampangkan (atau gue yang kelewat berekspektasi lebih jadinya pengen sesuatu yang lebih detail? Haha, ini review gue kok!!) Whatever-lah..
Banyak banget hal di film ini yang cukup buat gue mikir. Ga bisa dan kayaknya kepanjangan kalo gue sebutin satu-satu, tapi yang paling bisa terbaca oleh penonton ada di scene Denis dan Tiara yang (katanya) menghindari kontak dengan media namun menggunakan mobil sport yang kayaknya sih ga pas untuk kendaraan kabur sang artis (gila, sampe se detail ini gue tulisnya? Ckckck)
Tugas Findo sebagai sutradara, untuk menyusun film ini agar bisa di nikmati penonton, dimata gue lumayan gagal. Alhasil di sepanjang nonton film ini, gue banyakan malah denger riuh penonton yang asik ngetawain adegan-adegan film ini (yang seharusnya penonton mencerna film ini, dan bisa terbawa dengan alur realitas selebriti yang menjadi ‘jualan’ utama film ini)
Soal keseluruhan cast, sebagian besar diantaranya layaknya cast comotan dan ini paling terlihat di peran ibu Dhini yang kalo boleh gue akui ga cocok sama sekali. Amink? Yah memang sudah jadi makanan sehari-harinya untuk peran seperti ini. Sisanya, nothing special.Padahal dibutuhkan ketelitian pemilihan cast yangtepat untuk sebuah film skandal artis seperti ini.
Satu pertanyaan yang paling penting yang berhasil gue tangkep. Dengan mengadaptasi skandal artis yang sangat tertata rapi dibenak penonton ini, Kenapa Findo ga secara gamblang memunculkan sosok vokalis band (Nazriel Irham)sesuai kisah aslinya? Opsi jawaban dari gue. Karena Findo maybe agak kesulitan jikalau harus me-visualisasikan sosok vokalis band yang didapuk sebagai pemeran utamanya. Maka dipilihlah pilihan termudah yaitu sosok bintang film.
So, film ini bukan film recomended dari gue walaupun skandal aslinya cukup membuat penasaran seperti apa kalo di angkat ke layar lebar. Kayaknya Findo masih harus bekerja lebih keras untuk lebih bisa ‘menghidupkan’ dan ‘me-visualisasikan’ skandal heboh artis ibukota. Formula ini jelas gagaldan cukup mengecewakan..
Iklan