Review : Arisan 2 (2011)


Kalyana Shira Films
Cast : Tora Sudiro, Cut Mini Theo, Rachel Maryam, Aida Nurmala, Surya Saputra , Rio Dewanto, Sarah Sechan, Atiqah Hasiholan, Adinia Wirasti, Edward Gunawan, Ria Irawan
Release Date : December 01, 2011
Director : Nia Dinata
Rate Description :
0 : Rubbish – 1 : Dissapointing – 2 : Ordinary – 3 : Good – 4 : Very Good – 5 : Recomended!
Berakhir dengan ending yang manis, tidak banyak yang menduga Arisan 1 akan dilanjutkan untuk dibuat sekuel. Arisan 1 dirilis begitu apik 8 tahun lalu berhasil menjadi salah satu ikon film komedi dan membawa pulang Piala Citra FFI 2004 sebagai film terbaik dan 4 piala di kategori pemeran utama pria, pemeran pendukung pria, pemeran pendukung wanita, dan penyunting terbaik. Keberhasilannya pun diikuti Arisan The Series yang ditayangkan salah satu TV swasta. Kala itu Arisan menuai banyak pujian baik dari kalangan kritikus maupun awam. Masih setia dengan cast di film Arisan1, kini Arisan 2 diperkuat dengan aktor-aktris pilihan. Atiqah Hasiholan, beberapa kali dinominasikan dalam ajang perfilman. Sarah Sechan yang di setiap filmnya tampil mencuri perhatian, dan Rio Dewanto, model sekaligus aktor pendatang baru yang sampai saat ini sedang diperhitungkan. Ditambah Ardinia Wirasti, aktris peraih piala citra. Jelas mereka semua bukan aktor-aktris sembarang. Mereka menyatu dalam membuat sebuah tontonan komedi yang segar.
Kalau di Arisan 1, cerita terfokus pada orang-orang yang berusaha melupakan masalah dan berpura-pura bahagia, menipu orang lain, bahkan menipu diri mereka sendiri untuk menghadapi kenyataan hidup, Arisan 2 mencertikan kelanjutan hidup tokoh Meimei, Sakti, Nino, Andien, dan Lita yang mengalami banyak perubahan.
Perubahan penting tak terhindarkan, seperti kematian suami Andien, perceraian Meimei, penolakan Lita terhadap institusi perkawinan, walaupun dirinya memilih untuk membesarkan anak yang dikandungnya. Sampai pada stagnansi hubungan sesama jenis Sakti dan Nino yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk berpisah dulu. Kemunculan dokter Joy (Sarah Sechan), ahli bedah plastik dengan financier nya Ara (Atiqah Hasiholan), menjadi obat bagi ibu-ibu Arisan Jakarta. Bahkan penulis yang dulu suka mengkritisi ibu-ibu ini, Yayuk Asmara (Ria Irawan) sekarang berubah haluan, justru mengeruk keuntungan dengan menulis biografi mereka. Kemunculan Octa (Rio Dewanto), sebagai pria muda tampan juga meramaikan ‘social scene’ Jakarta. Sampai suatu titik, Sakti, Andien, Lita dan Nino, dihadapkan pada kenyataan bahwa Meimei menutupi kanker yang menggerogoti dirinya, ia tidak sekedar berlibur di pulau.  Lalu berkumpullah mereka, untuk mengatur strategi mendatangi Meimei dan membongkar rahasianya.
Membuka mata dan sangat entertaining, filmnya berjalan nyaris sempurna. Tidak memerlukan penonton yang harus berfikir untuk memengerti filmnya. Bukan suatu masalah, penonton sudah atau belum menyaksikan prekuelnya, Arisan 2 tetap bisa dinikmati tanpa harus flashback ke-8 tahun yang begitu cukup lama, meski diakui secara garis besar, penontonnya adalah orang-orang yang penasaran akan kelanjutan film drama-komedi karya Nia Dinata ini.
Kemunculan tokoh-tokoh baru, terasa menjadi magnet penting dalam film ini. Tanpa Sarah Sechan, karakter Dokter Joy tentunya akan berbeda jika perannya diberikan kepada artis lain. Kehidupan yang glamour yang dibangun pada tokoh Ara yang dimainkan Atiqah Hasiholan, dan tokoh Octa seorang gay yang mendampingi Nino diperankan Rio Dewanto, mampu mencuri perhatian dan memperkuat tokoh-tokoh yang sebelumnya telah ada.
Tak hanya itu, Arisan 2 menggambarkan kekayaan wisata yang ada di Indonesia, Candi Borobudur dan Lombok yang berhasil diekplor dengan pas. 8 tahun yang tidak menjadi hambatan untuk sang kreator untuk melanjutkan filmnya dan mempertahankan kualitas yang sudah dibangun. Disinilah, kualitas serorang filmmaker dibuktikan. Nia Dinata dan segenap crewnya mampu menyelesaikannya dan terbukti berhasil. Keputusan yang diambil sangatlah tepat. Dimana film ini juga dapat menjadi obat bagi para fans film Arisan.
Dari sisi cast, Cut Mini, Tora Sudiro, Surya Saputra, serta Rachel Maryam menyelesaikan PR mereka dengan baik. Mereka tidak kehilangan chemistry meski jarak syuting antara film inu dengan film terdahulunya cukup memakan waktu yang tidak sebentar. Tapi entah mengapa, Aida Nurmala, pemeran tokoh Andien, yang nampak paling gemilang diantara cast utama dalam film ini. Tidak berlebihan rasanya jika ia seolah ingin memberi tahu kepada siapa saja yang menonton, bahwa siapa sebenernya seorang Aida Nurmala. Aktris pendukung di beberapa film yang kualitasnya terjaga sejak Arisan 1, sampai Arisan 2 selesai.
Dan, bukan sesuatu hal yang tabu jikalau penonton Arisan 2 membandingkan dengan film sebelumnya sebelum akhirnya memutuskan seri mana yang mereka lebih favoritkan. Kalau saya pribadi beranggapan, Arisan 1 maupun Arisan 2 sama-sama memiliki nilai yang berbeda, dimana keduanya tidak bisa saya pisahkan karena memang keduanya memilik daya tarik satu sama lain. So, bagaimana dengan anda?
Iklan