Review : Not For Sale (2010)


Starring : Arumi Bachsin, Laylarey lesense, Okkie callerista dll

Directed : Nayato Fio Nuala
RATE (1-5) : Ga masuk kategori bintang
Berapa film sih yang bisa dicapai nayato fio nuala dalam setahun? Ga usah dihitung, rasanya banyak banget. Membaca synopsis film ini di situs 21cinepleks, gue ngarep dengan banyaknya intrik dalam film ini, film ini bisa tampil lebih baik dari judulnya yang sering ditemui di souvenir atau bonus khusus dari majalah 25ribu. hehee
Oke, mari bicara tentang NFS! (baca ; Not For Sale)
May (nama gwe eh.. hahaha) dicap sebagai cewek panggilan yang bisa dipakai kapan saja dilingkungan sekolahnya. Ini diakibatkan fitnahan dari temannya yang berprofesi sebagai cewek panggiulan yang takut diketahui identitasnya oleh org tuanya. Keaddan ekonomi keluarga may yang sulit membuatnya dianngaap murahan meskipun sebenarnya tidak, ia kemudian diusir dari sekolah karna dianggap mncemarkan nama baik sekolahnya. Diwaktu yang sama, sashi salah seorang siswa SMU yg sama dengan smu may juga di keluarkan dari sekolah karena terbukti menjual teman nya hingga berakibat hamil,
May yang takut akan orang tuanya yang juga menganggapnya menghianati elurganya bertemu dengan sasshi yang memperbolehkan dirinya untuk tinggal di kosan temannya, andara (okkie callerista) seorang bartender sbuah klub malam. Disana mereka bertiga bersahabat ditambah dessy seorang penari stripstis d klub yang sama yang juga menjadi sahabat sashi.
Karakter rangga,dll rasanya ga perlu gwe critain karena hasilnya ga jauh beda dari film sebelumnya semacam ‘virgin 2’ ‘putih abu abu’ atau ‘18+’.
Bintang favorit nayato ssperti laylarey lesense dan arumi bachsin bisa kembali kalian tonton dalam film ini.
Ga ada yang baru, benar benar biasa.
Kalao aja film ini ditonton oleh ABG, rasanya ga jadi masalah. Bahkan akan menyamakan film ini dengan film film bermutu lainnya. Justru akan muncul kata kata “astaga..” ‘oh gitu yah” “cakep abis..” “keren deh.. atau “gue suka gaya lo’ yang gwe perkirain bakalan muncul sepanjang film ini diputar.
Rasanya sutradara yang satu ini emang olwes menggambarkan kehidupan remaja dengan “bar,kosan, broken home, bahkan keperawanan yang terpaksa dijajakan hanya dengan alasan yang basi. Ckckckc.. tragis deh film ini.. sungguh terlalu..
Bosen juga melihat karya2 nayato dengan setting, alur yang sama.
Kebetulan di 21 tempat gwe nonton, film ini udah diputar 2 minggu yang lalu. Hebatnya film ini tetap bertahan. Lucunya, film ini saya tonton di theater 3 dengan bintang berwajah dewasa dari umurnya arumi bachsin ketika film baru arumi dengan karakter yang sangat jauh berbada di tayangkan secara berdampingan ddengan NFS, hahaha.
Selamat nayato, anda telah membuat pandangan tentang film remaja beserta bintang bintang anda.
Kalau seperti ini, pre dara terbaik FFI 2006 (walaupun telah diboikot) yakinnya gwe ga bakal terulang difestifal2 film Indonesia. Kecuali kalo pngen bersaing dengan miyabi atau rin sakuragi. Hehe..
udah ah!
Iklan