Review : Satu Jam Saja (2010)


Directed by : Ario Rubbik,

Starring : Revalina S temat (gadis), Vino G bastian (andhika), Andhika Pratama (Hans)
Rate (1-5) : 3 Bintang
Setelah sekian lama karnos film vakum akhirnya bang rano karno kembali lagi dalam SJS (baca : satu jam saja) dan hasilnya?
Andika (Vino G. Bastian), Gadis (Revalina S. Temat) dan Hans (Andhika Pratama). Mereka adalah sahabat sejati dan masing-masing berjanji untuk saling menjaga namun tidak saling mencintai. Andika berkesempatan mendapat beasiswa untuk pergi kuliah ke Jerman.
Kedua sahabatnya (Gadis dan Hans) pergi mencarinya untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, namun  ternyata dalam perjalanan mereka mendapat musibah dan  kendaraan yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Hujan begitu lebat,  Hans merencanakan sebuah perbuatan terkutuk dan Gadis harus menerima akibatnya Andika yang sejak lama mencintai Gadis  mengambil alih tanggung jawab tersebut  walaupun Andika harus kehilangan masa depannya dengan melepas beasiswa kuliah di Jerman.
Namun Hans datang kembali dan ingin merebut Gadis. Sebagai seorang sahabat sejati , Andika lebih memikirkan kebahagiaan Gadis,  yang ada dalam pikiranya adalah melindungi Sahabat sekaligus istrinya dengan menyembunyikan pertemuannya dengan Hans.  Semakin lama Gadis menyadari betapa besar cinta Andika namun waktu tak dapat menunggu kebahagiaan mereka.
overall, gue suka film ini. dialog dialog film ini begitu cerdas. come back nya karnos films bisa jadi memperbanyak daftar film indonesia yang bagus. setting yang ada film ini digambarkan dengan sinematografi yang pas. akting pemain yang tidak mengecewakan (reva : dapet banget peran ibu hamilnya) (peran-peran kek gini aja nih yang cocok buat reva) (baca : ga cocok di komedi), sentuhan komedi yang di suguhin dalam film ini ‘gak garing’ alias pas pas aja, yang bisa bkin gwe bilang “oh” pas nonton filmnya. adegan adegan nya dapet, apalagi scenenya yang mengharu biru, sangat menyentuh. sepanjang film gue bisa senyum, ketawa, juga nyaris nangis nonton film ini. hm, sebenernya gue ga bisa ngomong banyak lagi setelah nonton film ini karena emang ga banyak yg bisa dikomentari. emang beda kalo kita bkin review buat film jelek pasti bakal banyak sewotnya hahaha. cuma gue agak terganggu dengan penonton2 norak yang ngakak ga jelas di beberapa scene (lah, kok jadi cuhat)!
ini film bagus, menyentuh dan ga ngecewain meskipun blum bisa ‘wow’ buat gue!
buat temen2 yang mo nonton film ini di hari weekend, ga masalah coz juga ga ngecewain 🙂
congratz buat film indonesia!
Iklan