Review : Simponi Luar Biasa (2011)


Cast : Christian Bautista, Ira Wibowo, Ira Maya Sopha, Maribeth, Valey Valler

Director : Awi Suryadi
Release Date : September 29, 2011
RATE (1-5) : 1,5 Bintang
Dalam berencana menonton sebuah film ada komponen-komponen yang diciptakan penonton. Diantaranya si calon penonton penasaran akan filmnya berdasarkan trailernya, suka akan castnya (bintang filmnya), gemar akan genre yang diusung, tertarik akan poster dan promosi filmnya, dan masih banyak lagi komponen-komponen yang membuat penonton menonton film tersebut. Dalam hal ini, jelas Simfoni Luar Biasa memiliki salah satu dari komponen penting untuk mempromosikan filmnya, yakni Christian Bautista. Didapuk menjadi pemeran utama dalam tokoh Jayden, seorang musisi yang rentan putus asa akan nasibnya.
Suatu malam setelah terjadi perkelahian di sebuah Karaoke di Manila City, Filipina, Jayden menemukan barang-barangnya berserakan didepan kontrakan karena tunggakan sewa kontrakan yang belum dia bayar. Dengan berat hati, ia meninggalkan Manila untuk sementara dan berangkat ke Jakarta. Setelah bertemu dengan Ibunya yang telah lama berpisah, Marlina (Ira Wibowo), akhirnya Jayden mengetahui kalau ia sudah menyiapkan rencana besar untuk dirinya. Seseorang yang bermimpi untuk menjadi rockstar harus menghadapi tantangan yang belum pernah dia sangka sebelumnya. Di tempat ini selain murid-murid itu, Jayden juga bertemu dengan beberapa karakter unik seperti Bu Rinjani (Ira Maya Sopha) yang tegas dan demokratis, Pak Dimas (Verdi Solaiman) yang sinis dan beberapa karakter lainnya. Disinilah Jayden mendapat pelajaran hidup dari anak-anak berkebutuhan khusus.
Pembukaan film sampai menit ke 25 filmnya begitu membosankan. Sepertinya tidak membawa kenikmatan untuk menghabiskannya. Terlihat klise dan kurang meyakinkan. Beranjak dari menit tersebut, Simfoni Luar Biasa mulai menunjukkan konsistensi yang diawal sebelumnya tampil seperti meraba-meraba arahnya.
Iklan