Review : The Perfect House (2011)


VL Production
Starring : Bella Esperance, Cathy Sharon, Endy Arfian, Wanda Nizar, Mike Lucock.
Release Date : Oct 27, 2011
Director : Affandi Abdul Rahman
Rate Description :
O: Rubbish – 1 : Dissapointing – 2 : Ordinary – 3 : Good – 4 : Very Good – 5 : Recomended!
Tidak dapat dipungkiri sekilas film ini mengingatkan banyak orang terhadap film slasher besutan The Mo Brothers ‘Rumah Dara’ yang begitu mempesona dikala itu. Judulnya yang jika di bahasa indonesiakan sama-sama menggunakan objek rumah. Ditambah lagi hadirnya Mike Lucock yang dalam film ini lebih mengumbar akting lewat ekspresi. Menambah jumlah orang yang mengaitkan filmnya dengan ‘Rumah Dara’.
Film dibuka dengan adegan pria yang membopong seorang wanita yang hendak ia kuburkan. Setelah itu filmnya bergerak ke Julie (Cathy Sharon) seorang guru privat yang menunggu ‘pasien’ anaknya menyelesaikan ujian sekolah. Dimenit-dimenit awal filmnya berjalan begitu rapi namun kurang greget. Sampai akhirnya Julie yang sedang merancang liburan panjang diminta oleh atasannya untuk menangani satu ‘pasien’ baru lagi di sebuah rumah didaerah puncak. Julie tidak dapat menolak karena Madam Rita (Bella Esperance), sosok oma sang calon pemakai jasa memohon langsung dihadapannya. Alhasil, liburan yang telah direncanakn batal dengan satu pekerjaan terakhir yang harus diselesaikan Julie. Disebuah rumah yang terlihat begitu sempurna Julie yang sejak awal kedatangannya merasakan keganjilan mulai mencoba menguak satu demi satu misteri yang terdapat didalamnya.
Seperti yang saya katakan diawal, adalah sebuah kewajaran film ini sarat dikaitkan dengan ‘Rumah Dara’ slasher yang sukses meninggalkan begitu banyak pujian terhadap penontonnya. Namun karya keempat Affandi Abdul Rahman ini punya inticerita sendiri. Yang saya lihat, samasekali tidak ada usaha mendompleng film ‘Rumah Dara’. Vera Lasut penulis skenario sekaligus produser film ini harus percaya diri akan hadirnya film yang ia klaim bertemakan thiller bukan slasher. Meskipun scene diawal film mengingatkan kita pada film ‘Insidious’ karya James Wan, namun Affandi sukses membangun ketegangan demi ketegangan dengan begitu baik tanpa perlu terburu-buru. Semuanya berjalan rapi. Suasana mencekam yang berusaha dibangun tampil meyakinkan dengan furniture/perabot rumah dan balutan musik Aghi Narottama yang juara.
Bella Esperance yang melakonkan tokoh Madam Rita berhasil menunjukkan kemampuan akting yang memang seharusnya ditunjukkan aktris senior ini. Cathy Sharon juga bermain aman dan tidak mengecawakan. Mike sendiri tidak kehilangan poin dalam memerankan karakter Yadi. Dan yang paling mengangumkan adalah tokoh Januar yang diperankan pemeran anak-anak pendatang baru, Endy Arfian. Terlihat begitu berhasil dan tidak dibuat-buat.

Tanpa ceceran darah yang berlebihan, aksi pembunuhan yang terlalu terekspos, jelas terlihat kekuatan utama The Perfect House adalah kekuatan cerita yang cukup berhasil dijaga dengan baik. Satu-satunya pertanyaan yang wajib dilayangkan selepas menonton karya Affandi yang mengejutkan diakhir film ini. Untuk apa Madam Rita dan Yadi membunuh begitu banyak orang yang terlihat dalam buku rahasia sang Madam? Mungkin saya yang bingung atau apa, yang jelas film ini mendapat sambutan yang luar biasa ketika diputar di Puchon International Fantastic Film Festival, di Korea.

Iklan