Review : Toilet 105 (2010)


Starring : Ricky harun, Coralie, Surti karno, Aming, Indra Birowo,dll

Production : MVP Pictures

Directed : Hartawan Triguna

RATE : (1-5) :  Ga masuk kategori bintang
TOILET 105, yang diangkat dari sebuah novel best seller dari salah satu penulis Indonesia ini bercerita tentang Marsya (Coralie) siswi pindahan dari perancis yang harus pindah sekolah mengikuti karier orang tuanya di Jakarta.
Menjadi siswi baru di salah satu sekolah ternama di Jakarta, membuatnya menjadi idola banyak pria disekolahnya namun sebaliknya menjadi bahan cacian dari geng cheers sekolahnya.
Marsya kemudian dihadapkan pada kenyatan bahwa di sekolahnya ternyata telah terjadi pembunuhan terhadap salah satu siswi yang diketahui bernama Alesia yang baru saja dikabarkan hilang 3 minggu yang lalu.
Alesia dikabarkan menghilang sejak menerima undangan kelas tambahan oleh Pak Wahyu (Indra Birowo) salah seorang guru faforit yang juga suami dari wakil kepala sekolah (Surti Karno) yang srinkali cemburu melihat kedekatan suamiya dgn siswa tertentu dan kenyataan bahwa suaminya yang menjadi faforit banyak siswa disana.
Film Horror yang dikemas dalam balutan komedi ini sebenarnya punya kekuatan cerita yang cukup baik. Cuman apa ya, buruknya pemilihan cast yang terkesan asal cukup ganggu banget buat chemistry horror film ini. Coralie yang diplot sebagai pemeran utama, bner bner tampil buruk dengan aksen perancis yang payah (gilak, maksa banget) Ditambah aktingnya yang tergolong biasa banget Nuansa komedi yang diciptakan pun kurang di beberapa bagian. Hanya Aming yang olwes tampil kocak tentunya ,sama Surti Karno yang juga lumayan dapet aktingnya.
Naskah yang ditulis duet Melody Much Ryansyan dan Ve Handojo (sang penulis naskah kuntilanak ) ini sebenernya dah cukup mumpuni untuk horror indonesia cuman ya itu lagi salahnya tetep pada pemilihan cast utama yang jatuh pada aktris pendatang. padahal sebenernya film ini bisa banget tampil lebih baik lagi kalo didukung dengan pemilihan cast yang tepat serta kolaborasi penata music oleh Satrio Budiono yang tidak terlalu bising.
Iklan