Review : Malaikat Tanpa Sayap (2012)


Starvision Plus.

Cast : Adipati Dolken, Maudy Ayunda, Surya Saputra, Ikang Fawzi, Geccha Qheagaveta, Kinaryosih.

Director : Rako Prijanto

Running Time : 105 minutes.

Release Date : February 9, 2012

Rate Description : O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Recomended!!

Kalau boleh jujur, ekspektasi saya sebelum menyaksikan film ini tidaklah besar. Kenapa? Filmnya dibesut oleh sutradara yang terus mengalami penyusutan kualitas dalam beberapa filmnya belakangan. Pemeran utamanya yang memasang aktor aktris baru yang notabene belum terdengar prestasinya. Dan yang terakhir adalah, film ini dirilis berdekatan dengan hari kasih sayang. Muncul keraguan. Apakah film ini hanya mengejar momentum valentine? Akankah hasilnya memuaskan?

Vino (Adipati Dolken) sebelumnya tidak terlalu dekat dengan keluarganya, apalagi papanya, Amir (Surya Saputra) yang bangkrut dan rumahnya disita. Namun semuanya berubah ketika mamanya, Mirna (Kinaryosih) memilih pergi meninggalkan rumah dan keadaan yang sudah jauh berbeda dari dulu. Wina (Geccha Qheagaveta) anak bungsu yang masih kecilpun ia tinggalkan. Sampai pada suatu hari, Wina terjatuh dari kamar mandi dan harus menjalani operasi yang jika tidak dilakukan maka Wina akan diamputasi kakinya. Ekonomi yang sulit membuat Vino berubah menjadi anak yang begitu memikirkan nasib keluarganya. Saat itulah Calo (Agus Kuncoro) yang sedang mencari pendonor jantung menawarkan Vino untuk mendonorkan jantungnya kepada Mura (Maudy Ayunda). Mura yang telah mengisi hari-hari Vino tidak mengetahui siapa calon pendonor jantung untuknya. Vino yang bersedia menjadi pendonor, mulai memperbaiki keluarganya dengan uang yang ia dapatkan. Namun ia justru terjebak. Karena di saat yang bersamaan, ia telah jatuh cinta kepada Mura.

Maudy Ayunda yang sebelumnya telah tampil dalam empat film, bermain amat cemerlang di film kelimanya ini mengulang debut suksesnya di film Untuk Rena. Terlepas dari karakter yang memang sangat pas ia mainkan, ia terkesan mengalami peningkatan. Sama halnya dengan Adipati yang saya rasa memberikan penampilan yang jauh lebih baik dari film-film yang ia bintangi sebelumnya. Keduanya berhasil membangun chemistry yang tidak berlebihan namun terasa sangat pas.

Film ini tidak hanya soal Maudy dan Adipati yang bermain rapi. Tapi ada Surya Saputra yang begitu memukau. Entah karena sebelumnya telah teruji dalam ‘Ayah, Mengapa Aku Berbeda?’, Surya begitu luwes memerankan sosok bapak dalam film ini. Begitupun Agus Kuncoro yang selalu menarik dalam predikat supporting actor. Lupakan Ikang Fawzi yang kurang mampu menjaga keutuhan film.

Malaikat Tanpa Sayap hadir sebagai satu drama keluarga yang dikemas cukup baik oleh sutradara yang tahun lalu gagal besar dalam komedi ‘Perempuan-Perempuan Liar’. Meskipun terasa masih meraba-raba di beberapa scene, dan tata artistik yang belum sempurna, terlihat jelas Rako Prijanto tidak berusaha menyuguhkan sebuah drama menye-menye yang belakangan banyak beredar, namun ia telah memberikan sebuah karya yang memiliki kualitas. Rako harus lebih pandai dalam memilah-milah mana yang akan atau tidak ia produksi sama sekali. Mungkin, dengan cara seperti itu, ia dapat memperbaiki citranya. Setidaknya jika ia mau.

Iklan