Review : The Vow (2012)


Cast : Channing Tatum, Rachel McAdams, Sam Neill, Scott Speedman, Jessica Lange, Jessica McNamee.

Director : Michael Sucsy

Genre : Drama / Romance.

Running Time : 104 minutes.

Rate Description : O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Recomended!!

Based on true event memang hal yang sering diangkat ke layar lebar. Tidak sedikit film yang dibuat berdasarkan kisah nyata mendapatkan respon negatif bagi penonton dan kritikus film karena tidak mampu memenuhi ekspektasi pada orang yang mengetahui bagaimana kisah nyata yang dijadikan film tersebut. Hal tersebut rasanya tidak menyurutkan banyak pihak untuk terus memproduksi film berdasarkan kisah nyata, karena tidak sedikit juga yang mampu menuai respon positif dari berbagai kalangan misalnya, semisal ‘Saving Private Ryan’ dan ‘God Father’.

Leo (Channing Tatum) dan Paige (Rachel McAdams) sebelumnya memiliki pernikahan yang indah dan bahagia. Kebahagiaan itu tiba-tiba hilang semenjak kecelakaan yang membuat Paige mengalami lupa ingatan. Paige lupa dengan suaminya, Leo dan kenangan mereka bersama-sama hingga membuat keadaan serba sulit untuk Leo. Leo berusaha mengembalikan ingatan istrinya yang anehnya malah mendekati mantan kekasihnya Jeremy (Scott Speedman). Leo juga berupaya keras untuk membawa istrinya pulang dari ancaman orang tua Paige yang merencanakan mengatur hidup Paige dan tinggal bersamanya.

Dari segi cast, Channing Tatum cukup mumpuni untuk memerankan Leo, pria yang berupaya keras membuat istrinya kembali jatuh cinta padanya. Sayangnya, tidak ada yang peningkatan yang signifikan dari penampilan yang ia berikan pada film sejenis yang sebelumnya memasangkan dirinya bersama Amanda Seyfried, ‘Dear John’. Trik sutradara yang bolak-balik membuat Channing Tatum melakoni adegan shirtless sukses membuat penonton-penonton hawa berisik dalam bioskop dan itu cukup mengganggu. Adegan shirtless dibeberapa tempat terasa tidak penting dan terlalu dipaksakan. Sementara untuk Rachel McAdams, bukan hanya cantik dan memesona di sepanjang film tapi juga sangat berhasil membangun karakter Paige dengan segala kisah hidupnya.

‘The Vow’ dimata saya adalah sebuah drama yang setidaknya memiliki keistimewaan dan menawan untuk beberapa scene. Namun ada sesuatu yang kurang yang saya rasakan dalam menyaksikannya. Entah itu chemistry yang rasanya masih bisa diciptakan dengan lebih baik atau mengenai point lain. Point-point yang sejujurnya tidak dan belum saya temukan untuk kemudian saya ungkapkan dengan kata-kata. Sumpah, saya belum mampu menemukannya.

Overall, The Vow tetap menjadi rekomendasi bagi penonton khususnya pencinta film drama romantis.

Iklan