Review : John Carter 3D (2012)


Cast : Taylor Kitsch, Lynn Collins, Samantha Morton, Mark Strong, Ciaran Hinds, Dominic West, James Purefoy, Daryl Sabara, Polly Warker.

Director : Andrew Stanton

Genre : Action, Science Fiction, Adventure.

Running Time : 132 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Film aksi petualangan fantasi diluar angkasa adalah film dengan genre yang dulunya mudah diterima semua umur, khususnya para penyuka kisah-kisah fiksi ilmiah, namun kini semakin ditinggalkan karena resiko flop dipasaran dan kritisnya kalangan penonton. Padahal di tahun 1980-an film-film petualangan angkasa adalah salah satu genre yang menjadi bintang khususnya jenis film fiksi ilmiah dan digemari karena menggunakan berbagai alat futuristik yang canggih, dan penampilan makhluk luar bumi dan makhluk luar angkasa yang menjadi daya tariknya. Pada perputaran film yang semakin berinovasi, ada Avatar yang sukses dengan mengusung tema demikian meskipun hal tersebut juga ditunjang tekhnologi 3D yang menambah pundi-pundi penghasilannya.

Pada masa perang Amerika, seorang kapten bernama John Carter (Taylor Kitsch) melakukan perjalanan dimensi dan kemudian terdampar di planet Mars seorang diri. Ia kemudian mendapati dirinya memiliki kekuatan super  dikarenakan gravitasi Mars yang jauh lebih kecil dari apa yang ada dibumi. Carter bertemu dengan suku Tharks yang terkesima akan kemampuan yang dimiliki Carter. Melalui suku tersebut Carter mempelajari bahasa yang digunakan di planet Mars dan terjerumus kedalam balutan konflik antarbangsa di Mars, Tars Tarkas (Dafoe) dan Ratu Dejah Toris (Collins). Dengan kemampuan yang dimilikinya Carter memilih salah satu pihak yang mengemban visi dan misi yang luhur, guna membantu perjuangan demi tetap menjaga keeksistensi planet Mars.

John Carter bergulir selama 132 menit dengan cukup menarik. Karakter-karakter kecil yang diciptakan untuk memperkuat cerita sangat membantu. Dibeberapa tempat premis yang dihadirkan terkadang terasa begitu familiar dikarenakan sudah begitu banyak ditampilkan dalam bermacam-macam genre film. Beruntungnya  John Carter memiliki Taylor Kitsch dan Lynn Collins yang mempunyai pesona tersendiri serta para tokoh penghuni planet mars yang dapat membuat penontonnya betah untuk terus menyaksikan John Carter tanpa perlu terlalu pusing-pusing memikirkan plotnya yang sudah cenderung basi dan efek 3D yang jujur, biasa-biasa saja.

Sama-sama diproduksi Walt Disney, John Carter sesungguhnya sulit mengulang sukses franchise Pirates of Caribbean. Banyak point yang harus film ini lengkapi untuk memperluas euforia penonton layaknya yang terjadi pada franchise Pirates of Caribbean. Apalagi mengingat John Carter disebut-sebut berniat menyaingi Avatar yang sebenarnya juga diakui James Cameron terinsipirasi dari A Princess of Mars.

Seharusnya, Walt Disney mau banyak belajar dari kegagalan Prince of Persia : Sands of Time yang memakan biaya $200 juta, biaya yang tidak sedikit namun ternyata ditanggapi dingin penonton dan berbagai kalangan lainnya.

Iklan