Review : The Woman In Black (2012)


Cast : Daniel Radcliffe, Ciaran Hinds, Janet McTeer, Roger Allam, Sophie Stuckey.

Director : James Watkins

Genre : Drama, Horror, Thriller.

Running Time : 95 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

The Woman in Black adalah novel horror fiksi karya Susan Hill dirilis pada tahun 1983 yang bercerita tentang bayangan kematian anak-anak dan wanita misterius berjubah hitam dengan julukan sesuai judul novel. 23 tahun dipertunjukkan dipanggung, The Woman in Black menjadi drama nomor dua setelah The Mousetrap yang masa tampilnya paling lama di West End, London. Kesuksesan tersebut diikuti dengan pembuatan filmnya dan kini rilis di tahun 2012.

Seorang pengacara bernama Arhtur Kipps meninggalkan anaknya di London. Kipps pergi ke sebuah desa di utara, Crithin Giffore dengan tugas menyelesaikan urusan kliennya, almarhum Mrs. Drablow. Di desa tersebut, ia disambut kurang ramah. Kipps lalu mengalamai berbagai fenomena supranatural yang umum kita saksikan pada film-film horror. Kipps yang semakin penasaran dengan rumah yang menghantuinya, terus mencari tahu tentang apa yang terjadi sesungguhnya dan kemudian terkuak perihal kematian anak demi anak yang telah terjadi.

Memang bukan perkara mudah bagi Daniel Radcliffe untuk lepas dari tokoh saga Harry Potter yang telah membesarkan namanya. Apalagi tokoh tersebut ia mainkan sejak berusia 12 tahun. Penonton akan masih membayangkan Radcliffe, alumnus Hogwarts dengan tongkat sihirnya. Namun secara mengejutkan, ia sebagai pria pucat yang tersiksa, tampil luar biasa. Sedangkan dukungan performa yang solid datang dari Ciaran Hinds, pemeran Aberforth Dumbledore dalam Deathly Hallows Part 2 yang berkolaborasi bersama Radcliffe dengan baik.

Diarahkan penulis dan sutradara Eden Lake salah satu horror-thriller favorit saya, James Watkins, The Woman in Black menyuguhkan horror thriller dengan hantu wanita yang gigih seperti halnya hantu-hantu film horror ala jepang. Didukung dengan music scoring yang mumpuni pula, semakin membuat film kedua James Watkins ini sukses meneror setiap penontonnya. Meskipun dengan ending film yang agak cheesy tapi secara keseluruhan, James Wakins dan Jane Goldman (X-Men: First Class) telah berhasil memberikan sebuah film horror-thriller yang menegangkan sekaligus menyeramkan.

Iklan