Review : Rec 3 “Genesis” (2012)


Cast : Carla Nieto, Leticia Dolera, Diego Martin, Alex Monner, Mireia Ros, Ismail Martinez, Emilio Mencheta, Ana Isabel Velasquez.

Director : Julio Fernandez

Genre : Horror, Thriller.

Running Time : 85 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Kesuksesan sebuah film tidak hanya dapat dilihat dari finansialnya, namun juga respon positif dari masyarakat dan kalangan kritikus. Ketika sebuah film berhasil mencuri perhatian dan laku dipasaran, sekuel film tersebut senantiasa diproduksi. Sebut saja Resident Evil dan Underworld. Setidaknya film-film tersebut mampu meraih banyak perhatian dan memiliki tempat dihati penonton. Hal tersebut yang mungkin juga terjadi pada film horror-thriller Spanyol ini. Meskipun tidak mengikuti perjalanan Rec dalam 2 film sebelumnya, saya yakin salah satu dari alasan diataslah yang membuat film bergenre horror-thriller ini kembali diproduksi.

Rec 3 bercerita tentang resepsi penikahan Koldo (Carla Nieto) dan Clara (Leticia Dolera). Pernikahan yang awalnya diabadikan oleh sepupu Koldo, Adrian dan seorang cameramen, mulanya berjalan sempurna. Kesempurnaan tersebut dalam seketika berubah menjadi suasana yang menegangkan ketika Victor (Emilio Mencheta) terkena virus yang kemudian memangsa para tamu satu persatu. Mereka berubah menjadi sosok zombie yang siap membunuh satu sama lain. Keadaan ini memaksa pasangan yang baru menikah Koldo dan Clara untuk bertahan dari serangan demi serangan yang siap membunuh mereka.

Awalnya saya berfikir film ini akan menggunakan formula found footage sama seperti film Chronicle, Paranormal Activity atau film lokal Keramat. Ternyata formula tersebut hanya digunakan untuk menggambarkan suasana sebelum adegan memangsa dimulai. Tidak ada yang menjadi masalah dengan hal tersebut. Filmnya kemudian bergerak dengan sangat mudah ditebak. Terjebak dan berusaha bertahan hidup. Semuanya disajikan dengan begitu klise. Premis yang ditawarkan tidak memiliki keistimewaan sama sekali.

Rec 3 memang mampu membuat penonton cukup ‘kelelahan’ dalam mengikuti kisahnya. Adegan menyelamatkan dan diselamatkan selalu mampu menghadirkan ketegangan tersendiri. Dibeberapa tempat diselipkan dialog-dialog ringan yang cukup mampu mengundang tawa renyah. Namun sayang naskahnya terlampau buruk. Bahkan banyak adegan yang ditujukan dengan maksud tertentu malah gagal tersampaikan. Hal tersebut turut diperburuk dengan scoring music yang menurut saya seringkali tidak tepat penempatannya. Akhirnya Rec 3 hanya hadir sebagai terror sesaat dan tidak cukup meninggalkan banyak kesan dibenak penonton khususnya saya. 

Iklan