Review : Modus Anomali (2012)


Cast : Rio Dewanto, Hannah Al-Rasyid, Surya Saputra, Marsha Timothy, Izzi Isman, Aridh Tritama, Sadha Triyudha, Jose Gamo.

Director : Joko Anwar.

Genre : Horror, Thriller.

Running Time : 87 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Sebelum menyaksikan sebuah film, tidak jarang kita mempunyai ekspektasi tersendiri terhadap film tertentu yang akan kita tonton. Entah itu ekspektasi dalam bentuk yang besar ataupun sebaliknya. Ekspektasi berlebih tentu banyak dibebankan pada film terbaru dari sutradara yang sebelumnya telah berhasil lewat tiga karyanya Janji Joni, Kala dan Pintu Terlarang ini. Menjadi perbincangan banyak orang sejak tahun lalu, dibulan april tahun 2012 ini, Joko Anwar kembali merilis film thriller berjudul Modus Anomali.

Modus Anomali diproduksi dengan budjet sederhana berkisah tentang seorang pria bernama John Evans yang menemukan dirinya terkubur dalam suatu tanah di sebuah hutan. Ia kemudian sadar dan berusaha mencari keluarganya yang terpisah dengannya. Dalam pencariannya ia bertemu dengan banyak kejadian aneh yang juga menuntutnya untuk bertahan hidup. Ditempat yang sama ternyata ada keluarga lain yang juga bertujuan melakukan sebuah liburan disana. John Evans tetap berusaha menguak misteri demi misteri yang tengah terjadi pada dirinya.

Joko Anwar dengan sangat brilian mampu menjaga ritme film ini dengan baik. Ketegangan demi ketegangan jelas mampu terasa dari awal sampai film ini berakhir. Penonton dibiarkan terus menerka apa sebenarnya yang tejadi. Sampai pada akhirnya satu persatu misteri-misteri tersebut terkuak dan menunjukkan betapa luasnya imajinasi seorang Joko Awar.

Rio Dewanto yang mendominasi film mampu memberikan penampilan yang pas sehingga tidak heran tokoh John Evans akhirnya jatuh ditangannya. Satu-satunya yang saya rasakan kurang dari penampilannya adalah dialog bahasa asingnya terkadang terdengar kaku seolah sedang mendengar sandiwara radio berbahasa inggris. Entah sebuah kesengajaan atau tidak. Beruntung kekurangan tersebut tidak terasa berarti dengan performa para pendukung yang bermain sangat baik pada porsinya masing-masing. Kolaborasi yang solid antar para pemain yang bemain baik dan crew yang bekerja maksimal sehingga Modus Anomali dapat tersaji dengan begitu baik.

Cukup banyak kekaguman yang saya rasakan setelah menonton Modus Anomali. Membuat saya tidak memungkiri bahwa sineas-sineas kita semakin kreatif dalam memproduksi film. Kehadiran Modus Anomali saya rasa mampu memuaskan penonton film Indonesia yang haus akan film berkualitas. Harapan saya, semoga Modus Anomali juga mampu memberikan spirit tersendiri, sehingga sineas lain berlomba-lomba membuat film yang tidak hanya memikirkan keuntungan finansial semata, lalu memperburuk citra film Indonesia tapi menambah film-film Indonesia yang inovatif dan tentunya berkualitas.

Trivia : Fachry Albar, bintang film Joko Anwar (Kala & Pintu Terlarang) sempat menjadi kandidat untuk memerankan tokoh John Evans yang pada akhirnya diberikan kepada Rio Dewanto.

Iklan