Review : The Witness (2012)


Cast : Gwen Zamora, Pierre Gruno, Agung Saga, Kimberly Rider, Marcellino Lefrandt, Feby Febiola.

Director : Muhammad Yusuf.

Genre : Thriller.

Running Time : 100 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Masih terbilang baru dalam industri film Indonesia, rumah produksi Skylar Pictures terus berusaha mengembangkan diri. Setelah Surat Kecil Untuk Tuhan yang diangkat dari novel laris Agnes Davonar sukses menjadi film terlaris tahun lalu, The Witness menjadi proyek keempat sekaligus film ketiga Muhammad Yusuf yang juga dirilis dibawah naungan Skylar Pictures.

Film dibuka dengan adegan pembantaian sekeluarga yang dilakukan Satria (Pierre Gruno) terhadap keluarga Angel (Gwen Zamora). Angel menyaksikan dan juga menjadi korban dalam tragedi tersebut. Beruntungnya meskipun sempat tertembak, nasib Angel tidak setragis adik dan orangtunya. Angel selamat dan dilanda depresi. Ditengah kedepresiannya Angel terus dihantui dengan mimpi aneh. Hal ini memaksa Angel untuk mencari tahu siapa pembunuh dan penyebab kematian orang tuanya dan apa hubungannya dengan mimpi-mimpi yang ia alami. Dibantu dengan Indra (Marcellino Lefrandt), Angel menemukan kenyataan-kenyataan menyangkut pembantaian yang menimpa keluarganya.

The Witness tidak hanya sebuah film kolaborasi antara Indonesia dengan Filipina, tapi juga bintang utamanya adalah aktris cantik asal negara yang sama, Gwen Zamora. Penampilannya belum sampai mencuri perhatian tapi apa yang ia berikan dalam film ini membuat pemilihan dirinya untuk memerankan tokoh Angel, menjadi terasa wajar. Beberapa tahun sebelumnya formula sutradara menggaet aktris luar untuk tampil dalam film horror esek-esek menjadi tren, untungnya The Witness tidak terlihat sedang melakukan usaha tersebut demi mendatangkan banyak penonton, tetapi masih dalam batas murni yaitu menyuguhkan sebuah film thriller.

The Witness bukan tanpa cacat. Alurnya terasa sangat lambat. Beberapa kali Muhammad Yusuf terkesan mengulur-ulur film. 40 menit berlangsung filmnya sudah mulai bisa ditebak. Padahal dilihat dari sinematografinya, The Witness memiliki poin besar dan tata musiknya juga sudah cukup mendukung. Patut disayangkan kalau ternyata ada penonton yang hampir tertidur karena alurnya yang sangat lambat itu.

Terlepas dari hasilnya yang sejujurnya belum terlalu memuaskan, terlihat ada usaha yang dilakukan sutradara  film drama suspense, Tebus ini untuk menyuguhkan film yang mampu mewarnai perfilman tanah air lebih dari sekedar pocong dan kuntilanak yang (masih saja) ramai dirilis. The Witness jelas sebuah langkah besar seorang Muhammad Yusuf dengan bekerjasama dengan sineas luar dan juga merupakan sebuah peningkatan yang signifikan mengingat debutnya, Jinx tampil dalam kapasitas buruk dan Tebus yang kurang mendapat perhatian. Melihat pencapaiannya sekarang, Muhammad Yusuf memiliki potensi besar yang tentunya harus didukung dengan skenario bagus dan pengaturan waktu yang tepat.

Trivia : Gwen Zamora sebelumnya juga pernah terlibat dalam dua produksi GMA Films dan The Witness merupakan film pertamanya yang dikerjakan dengan sineas diluar Filipina.

Iklan