Review : Soegija (2012)


Cast : Nirwan Dewanto, Anissa Hertami, Abe, Andrea Reva, Olga Lidya, Suzuki, Wouter Braaf.

Director : Garin Nugroho.

Genre : Drama, Biopic.

Running Time : 115 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Ketika menyaksikan trailer film ini jujur ekspektasi saya cukup besar. Terlihat menjanjikan ditambah dengan nama Garin Nugroho dibangku sutradara. Siapa yang tidak kenal dengan sutradara senior tersebut? Namanya seolah menjadi jaminan kualitas sebuah film. Setelah berhasil menyuguhkan omnibus Mata Tertutup yang sempat ramai dibicarakan tahun ini, Garin Nugroho merilis Soegija, film termahal yang pernah ia buat yakni berbudget 12 milliar.

Soegija berkisah tentang perjuangan tokoh pahlawan nasional Mgr. Soegijapranata, SJ dengan mengambil latar belakang Perang Kemerdekaan Indonesia serta pendirian Republik Indonesia Serikat periode tahun 1940-1949. Soegija diangkat menjadi uskup pribumi dalam Gereja Katolik Indonesia. Keluarga-keluarga menjadi pecah ketika peperangan terjadi. Pada saat itu, Jepang datang ke datang ke Indonesia di tahun 1942. Ada banyak cerita tentang kemanusiaan yang kehilangan, percintaan, dan perasaan yang ada dibalik kekerasan.

Garin Nugroho berhasil menyuguhkan tata artisitik dan sinematografi dengan sangat baik. Hal tersebut didiukung dengan music scoring yang pas. Akting para pemainnya juga tidak mengecewakan. Nirwan Dewanto berhasil tampil meyakinkan sebagai Soegija yang begitu disegani. Sementara bintang lain dalam film ini yakni Anissa Hertami memerankan tokoh Mariyem dengan sangat luwes. Porsi yang terkesan lebih banyak dari tokoh sentral Soegija pun semakin memberikan ruang untuknya menunjukkan kualitas akting yang bisa saya bilang mencuri perhatian.

Ditinjau secara keseluruhan, Soegija bukanlah sebuah film yang mengecewakan. Namun, Soegija bukan tanpa kekurangan. Naskah filmnya terlalu banyak melibatkan karakter yang akhirnya membuat nama Soegija yang ditulis dengan ukuran besar dalam tampilan poster terasa kurang porsinya. Garin Nugroho seharusnya lebih menitikberatkan cerita perjuangan Soegija. Sayangnya duet Armanto dan Garin Nugroho dalam menulis naskah Soegija terasa kurang tepat.

Trivia : Film ini menggunakan 6 bahasa dan didukung oleh lebih dari 2.200 pemain.

Iklan