Review : Di Timur Matahari (2012)


Cast : Simson Sikoway, Abetnego Yigibalom, Laura Basuki, Lukman Sardhi, Ririn Ekawati, Ringgo Agus Rahman, Dicky Martin.

Director : Ari Sihasale.

Genre : Drama.

Running time : 110 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Seperti yang sebelumnya telah saya bilang bukan barang rahasia lagi kalau Alenia Pictures menjadi salah satu pencetak film-film berkualitas dan begitu pula dengan ciri khasnya melibatkan anak-anak sebagai tokoh sentral membuat production house milik sang sutradara, Ale Sihasale ini seakan fokus menghadirkan film anak-anak setidaknya setiap tahunnya. Tahun lalu merilis Serdadu Kumbang yang cukup menginspirasi, bagaimana dengan filmnya tahun ini?

Di Timur Matahari adalah film yang bercerita tentang lima anak papua yang bersahabat. Selama 6 bulan Mazmur (Simson Sikoway), Thomas, Agnes, Yokim dan Suryani  sudah tidak bersekolah karena tidak adanya guru di sekolah mereka. Hari-hari mereka diisi dengan bermain sambil belajar. Lewat pendeta Samuel (Lukman Sardhi), ibu dokter Fatimah (Ririn Ekawati), om Ucok (Ringgo Agus Rahman) dan om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan.

Film ini menampilkan berbagai kondisi papua dengan minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan, sampai kesejahteraan hidup warga papua yang jauh dari harapan. Sayangnya usaha untuk adil membagi semua point tersebut, membuat Di Timur Matahari  tidak terarah setidaknya sampai memasuki menit ke 50. Terlalu banyak pembagian porsi yang harus dilakukan, belum lagi mengenai adat istiadat yang rasanya kurang begitu pas kehadirannya khususnya pada film anak-anak seperti ini. Tidak ada yang salah dengan maksud pesan yang dibungkus dengan unsur adat istiadat tersebut, namun pemilihan konfliknya yang kurang tepat untuk rating semua umur.

Beruntungnya sinematografi film ini tidak bisa dipungkiri kualitasnya. Ari Sihasale mampu memotret keindahan papua dengan sangat baik. Tata musik yang ciamik juga turut memberikan kontribusi positif untuk film ini. Keberhasilan lain berhasil ditorehkan oleh anak-anak papua yang tampil tidak mengecewakan menjadi bukti bahwa Ari Sihasale masih mampu menemukan dan men-direct anak-anak untuk kemudian tampil sebagai bintang utama dalam sebuah film. Sementara dari para pemain senior, meskipun tidak ada yang istimewa dari penampilan mereka, setidaknya mereka mampu memberikan penampilan yang pas pada masing-masing karakter dimana jika diperankan aktor lain belum tentu hasilnya seberhasil mereka.

Overall, Di Timur Matahari bukanlah sebuah film yang gagal. Namun jelas film ini tidak sebaik ataupun sebagus film-film karya Alenia Pictures lainnya.

Iklan