Review : Ice Age “Continental Drift 3D” (2012)


Cast : Ray Romano, Denis Leary, John Leguizamo, Queen Latifah, Keke Palmer, Peter Denklage, Jennifer Lopez, Wanda Sykes, Josh Peck.

Director : Steve Martino & Mike Thurmeier.

Genre : Animation, Adventure, Comedy.

Running time : 94 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Apapun bisa terjadi dalam sebuah film. Bahkan untuk hal yang dianggap tidak masuk diakal sekalipun. Ketika sebuah cerita yang tidak masuk akal disuguhkan secara konyol dan mampu menghibur, maka ketidakmasuk akalan apapun jenisnya akan termaafkan dengan mudahnya.

Ice Age dimulai pada tahun 2002 dan meraih keuntungan yang cukup besar. Kualitas ceritanya yang juga bermutu membuat Ice Age mendapat nominasi film animasi terbaik di ajang Academy Awards 2003. 4 tahun kemudian rilis seri kedua bertajuk Ice Age : Meltdown dan kembali meraih untung bahkan delapan kali lipat dari bujet produksinya. Terakhir pada tahun 2009, Ice Age : Dawn of The Dinosaurs juga mampu meraih sukses besar dan dinobatkan sebagai film animasi tersukses tahun itu.

Sejak pertama kali kemunculannya, karakter Scrat telah mencuri perhatian penonton. Hal tersebut membuat Scrat dikenal sebagai Icon dari franchise Ice Age. Ice Age : Continental Drift bercerita tentang Scrat, si tupai lucu yang terus mengejar biji pohon kesayangannya yang mengakibatkan dataran bumi terpisah dengan beberapa benua. Manny (Roy Romano) terpisah dari istrinya, Ellie (Queen Latifah) dan juga anaknya Peaches (Keke Palmer) akibat peristiwa besar ini. Manny bersama Sid (John Leguizamo) dan Sid (Diego Leary) berjuang menemukan jalan pulang. Namun perjalanan tersebut bukanlah menjadi perjalanan yang mudah karena ia harus menghadapi serangan Bajak Laut (Peter Dinklage) ditengah ombak laut yang ganas.

Seperti sekuel pada umumnya selalu mempunyai karakter-karakter baru didalam filmnya. Kali ini ada Shira (Jennifer Lopez) love interest Diego, Nenek Sid (Wanda Sykes), Squint (Aziz Ansari), dan Flynn (Nick Frost). Menarik menyaksikan berbagai macam katakter baru ini yang mampu menambah kelucuan yang sejatinya telah dibangun oleh karakter utama yang telah muncul di seri-seri Ice Age sebelumnya. Lihat saja tingkah laku dari Sid, nenek eksentrik yang begitu banyak memberikan keriangan dalam menyaksikan film ini.

Sayangnya, jika melirik seri-seri Ice Age sebelumnya, akan sangat mudah merasakan turunnya kualitas cerita dalam seri ini. Apalagi jika anda memang penggemar franchise ini yang tentunya mengikuti perjalanan Manny-dkk dari awal hingga sekarang. Namun terlepas dari semakin menurunnya kualitas cerita yang ditawarkan, Ice Age : Continental Drift tetaplah menjadi film yang menyenangkan untuk ditonton. Baik dalam bentuk 3D maupun 2D. Setidaknya bagi anda yang mencari film ringan yang menghibur.

Iklan