Review : What to Expect When You’re Expecting (2012)


Cast : Jennifer Lopez, Cameron Diaz, Matthew Morrison, Rodrigo Santoro, Elizabeth Banks, Anna Kendrik, Brooklyn Decker, Cheryl Cole, Chace Crawford.

Director : Kirk Jones.

Genre : Comedy, Drama, Romance.

Running time : 110 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing

2 : Ordinary / 3 : Good

4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Film yang diangkat dari sebuah novel? Di Hollywood maupun di Indonesia sendiri formula tersebut sudah sangat sering kita temui. Menariknya, What to Expect When You’re Expecting adalah film yang diangkat bukan dari novel ataupun biografi melainkan dari sebuah buku panduan kehamilan karya Heidi Murkoff dan Sharon Mazel dengan judul sama yang terbit pada tahun 1984. Secara konsisten, buku ini berada di posisi teratas koran The New York Times untuk kategori buku panduan, sekaligus termasuk 25 buku paling berpengaruh dalam 25 tahun terakhir di Amerika. Hal ini yang mungkin mendasari Lionsgate yang mendapat hak distribusi sejak Januari 2010 lalu, untuk memproduksi film ini.

What to Expect When You’re Expecting berkisah tentang lima pasangan yang dalam waktu dekat akan menyambut kelahiran buah hati mereka. Jules (Cameron Diaz) adalah seorang guru kebugaran di sebuah televisi yang mengandung anak dari Evan (Matthew Morrison). Jules diceritakan sedang menghadapi masa kehamilan ditengah profesinya sebagai selebriti. Seorang penulis pencinta bayi bernama Wendy (Elizabeth Banks) yang juga tengah hamil sering mendapat hormon berlebih. Pasangan Skyler (Brooklyn Decker) dan Ramsey (Dennis Quaid) yang mendapat calon bayi kembar. Seorang fotografer bernama Holly (Jennifer Lopez) bersama suaminya Alex (Rodrigo Santoro) melakukan perjalanan untuk mengadopsi seorang anak, dan Rosie (Anna Kendrik) yang hamil dari kencan pertamanya bersama Marco (Chace Crawford).

Premisnya sendiri bisa dibilang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Memang akan menjadi sesuatu yang menarik menyimak bagaimana kisah ke lima pasangan tersebut. Namun, Shauna Cros dan Heather Hach yang mengerjakan naskah film ini jelas mempunyai tugas besar dalam membagi porsi secara pas pada setiap karakter yang ada. Sayang, hasilnya tidak sebaik yang diharapkan. Plotnya lemah dan cenderung mudah ditebak. Terlalu banyak karakter yang menurut saya harus berebut untuk mencuri perhatian penonton. Alhasil tidak satupun yang benar-benar membekas diingatan saya.

What to Expect When You’re Expecting termasuk film yang berani, dimana film ini dirilis ditengah musim panas. Banyaknya film-film pilihan dengan bujet besar yang dirilis tentu akan menjadi lawan berat film ini dalam meraup keuntungan. Apalagi peminat film jenis seperti ini bisa dibilang tidak lebih banyak dari film aksi action, sci-fi atau thriller misalnya. Tapi apapun itu, selalu ada peluang dari penonton yang mungkin sedang ingin menonton film drama komedi seperti film keempat Kirk Jones ini.

Trivia : Sampai pada tahun 2008, buku What to Expect When You’re Expecting sudah terjual lebih dari 14,5 juta kopi.

Iklan