Review : Red Lights (2012)


Cast : Cillian Murphy, Sigourney Weaver, Robert De Niro, Elizabeth Olsen, Craig Roberts, Toby Jones.

Director : Rodrigo Cortés 

Genre : Thriller, Drama, Horror.

Running time : 113 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Menghabiskan waktu satu setengah tahun untuk meneliti dan kemudian menulis naskah film terbarunya, Rodrigo Cortés merilis film bertema supranatural Red Lights. Film ini sendiri telah dirilis lebih dulu di Spanyol pada bulan maret lalu. Ia sempat sukses menuai pujian di tahun 2010 lewat karya thriller pertamanya yang berbahasa inggris, Buried. Kesuksesan tersebut yang mungkin sedikit mempengaruhi sutradara berkebangsaan Spanyol ini untuk kembali bermain digenre yang kurang lebih sama.

Tom Buckley (Cillian Murphy) dan Dr. Margareth Matheson (Sigourney Weaver) telah banyak membongkar rahasia praktek supranatural. Melalui tekhnik ‘lampu merah’ oleh Matheson mereka melakukan analisa terhadap trik yang digunakan para professional hingga praktek supranatural semakin berkurang. Sampai pada munculnya cenayang tunanetra yang melegenda bernama Simon Silver (Robert De Niro) dengan ilmu yang disebut-sebut lebih kuat dari sebelumnya. Matheson melarang Buckley untuk menyelidiki praktek penipuan Silver untuk sebuah alasan. Sementara Buckley tanpa Matheson terus berupaya untuk meruntuhkan keyakinan banyak orang terhadap kekuatan yang dimiliki Silver.

Menarik menyaksikan ketengangan demi ketengangan yang ada dalam film ini. Rodrigo Cortés sepertinya semakin mahir dalam hal ini. Apa yang telah ia suguhkan sebelumnya – melalui Buried, juga terlihat didalam film ini. Cortés berhasil menjaga momentum-momentum menegangkan dan menempatkannya pada tempat yang pas. Namun untuk mencapai momentum tersebut penonton seakan diajak bersabar terlebih dahulu. Cukup melelahkan tapi Cortés berhasil membayar semuanya dengan adegan pamungkas diakhir film.

Yang juga membuat produksi ini semakin berkelas meskipun dengan bujet rendah yaitu akting para cast-nya yang mampu bermain sangat baik. Cillian Murphy berhasil mempresentasikan karakter seorang dosen yang melakukan sebuah upaya yang membahayakan dirinya sendiri. Sigourney Weaver sebagai Dr. Margaret Matheson bermain apik dalam film ini. Sayang, kemunculan Elizabeth Olsen justru tidak cukup kuat. Ada atau tidak ada, dia atau bukan dia sepertinya tidak akan berpengaruh banyak terhadap Red Lights secara keseluruhan.

Red Lights menjadi sebuah tontonan alternatif  selepas berakhirnya musim film summer. Penuh teka-teki, membingungkan namun memberikan ketengangan yang pas bagi penonton. Banyak menjelaskan dan mengungkap dunia supranatural bahwa dunia tersebut penuh dengan rahasia, unsur dan maksud tertentu. Red Lights mungkin akan membuat anda sulit untuk percaya akan dunia yang mengandung unsur supranatural atau magic yang sering kita saksikan disekitar kita.

Iklan