Review : Perahu Kertas 2 (2012)


Cast : Maudy Ayunda, Adipati Dolken, Reza Rahadian, Elyzia Mulachela, Sylvia Fully, Fauzan Smith, Tio Pakusadewo, Ira Wibowo.

Director : Hanung Bramantyo.

Genre : Drama.

Running time : 108 minutes.

Rate Description   :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

Setelah berlayar beberapa waktu lalu, Kugy kembali melanjutkan perjalanannya. Sukses meraup lima ratus ribu lebih penonton pada bagian pertama, Perahu Kertas 2 dirilis. Sebagai kelanjutan cerita film pertama, tidak mengherankan jika film ini menjadi sangat ditunggu apalagi penonton yang sudah menyaksikan bagian pertamanya. Mampukah Hanung Bramantyo dengan dukungan dari sang penulis novelnya sendiri, Dewi ‘Dee’ Lestari menuntaskan tugasnya dengan baik sehingga membuat Perahu Kertas memuaskan penonton sekaligus pembaca novelnya?

Setelah sempat berpisah, Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati) kembali bertemu diacara pernikahan sahabat mereka. Pertemuan tersebut berlanjut ketika Kugy dan Keenan sepakat untuk membuat buku dongeng cerita anak-anak. Kugy sendiri sudah mempunyai Remi (Reza Rahadian) dan Keenan tengah menjalin hubungan dengan Luhde (Elyzia Mulachela). Konflik dimulai ketika Remi mengetahui kedekatan Kugy dan Keenan. Begitupun Luhde. Keenan san Kugy kembali harus berjuang untuk menuntaskanya perasaannya. Kepada siapa sebenarnya mereka berlabuh.

Sekali lagi, sebagai penonton yang belum pernah membaca novelnya, saya hanya melihat kedua bagian film ini sebagai sebuah film drama tanpa membandingkan dengan versi novelnya. Menurut saya pribadi, Perahu Kertas 2 kehilangan banyak momen manis yang sebelumnya ada di bagian pertama. Beberapa adegan terlalu didramatisir contohnya pada saat Sakolah Alit dihancurkan. Rasanya terlalu kebetulan jika hal tersebut terjadi pada saat Kugy dan Keenan kembali mengunjungi tempat tersebut. Belum lagi kisah perjalanan Kugy-Keenan dibuat terlalu bertele-tele dan nyaris membosankan.

Lalu bagaimana dengan performa para cast? Maudy Ayunda dan Adipati berakting sewajarnya. Saya justru masih lebih suka dengan penampilan mereka dalam Malaikat Tanpa Sayap ketimbang difilm ini. Reza Rahadian? Masih mampu bermain baik meskipun tidak sampai sangat baik. Cast pendukung tampil sesuai porsi tanpa meninggalkan kesan. Perahu Kertas bagian pertama setidaknya mempunyai nama Sylvia Fully dan Fauzan yang mampu mencuri perhatian. Sayang porsi yang tidak sebanyak film pertama membuat mereka tampil tidak semenarik sebelumnya.

Patut disayangkan karena Perahu Kertas menjadi film yang rasanya terlalu dipaksakan untuk dipecah menjadi dua bagian. Film ini bukan tanpa nilai lebih karena memiliki sinematografi yang cantik dan tata musik yang indah. Sayang, hal tersebut tidak mampu menyelamatkan film ini secara utuh. Perahu Kertas 2 tampil nyaris tanpa kesan. Mungkin akan jauh lebih baik jika kedua bagian film disatukan saja, terbukti menurut saya banyak adegan dan tokoh yang bisa ditiadakan. Apakah pertimbangan keuntungan yang bisa berlipat-lipat datangnya, sehingga pihak produser tetap memecahnya menjadi dua bagian? Yang jelas, Perahu Kertas hanya menjadi film drama biasa yang mudah dilupakan. Bukan pencapaian terbaik dari seorang Hanung Bramantyo.

Iklan