Review : Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012)


Cast : Muhammad Syihab, Dewi Wulandari, Iqbal Zuhda, Agus Kuncoro, Nina Tamam, Iwuk Tamam, Donny Alamsyah.

Director : Eugene Panji

Genre : Drama.

Running time : 83 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Cita-citamu mau jadi apa?” Pertanyaan sederhana yang sering orang lontarkan khususnya pada anak-anak pada masa kecil. Berbicara mengenai cita-cita memang tidak pernah ada habisnya. Tema demikian sudah sangat sering kita temui contohnya seperti Laskar Pelangi, Semesta Mendukung, dan yang paling baru Negeri 5 Menara. Setelah banyaknya film dengan berlatarkan cita-cita, rumah produksi Humanplus kembali mengangkat tema sejenis kedalam film dan digarap oleh Eugene Panji yang sebelumnya terkenal sebagai sutradara video klip.

Agus (Muhammad Syihab) adalah anak dari sebuah keluarga sederhana di Muntilan, Jawa Tengah. Ayahnya (Agus Kuncoro) bekerja disebuah pabrik tahu dan ibunya (Nina Tamam) hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Disaat ibu guru di sekolahnya memberikan tugas mengarang tentang cita-cita, Agus malah ditertawakan teman-temannya. Cita-citanya untuk bisa makan direstoran Padang dianggap terlalu biasa sedangkan teman-temannya yang lain bercita-cita menjadi tentara, artis, pilot, dan lain-lain. Meskipun sederhana, Agus tetap berupaya mewujudkan keinginannya. Agus membuktikan bahwa untuk mewujudkan cita-citanya ia harus menjadi orang yang mau bekerja keras dan pantang menyerah.

Anda yang merindukan drama keluarga berkualitas yang bisa ditonton semua keluarga, rasanya tidak boleh melewatkan film ini. Ide ceritanya yang sederhana disempurnakan oleh jajaran pemain, tata musik, dan sinematografi yang juga sederhana namun sangat nyata. Cita-Citaku Setinggi Tanah bertutur sangat rapi dan memberikan banyak pesan moral yang pas dan tidak menggurui. Anak-anak yang menontonnya akan sangat mudah memahami isi cerita karena sejak awal mereka sudah diajak untuk menyelami pahit-manisnya kehidupan Agus.

Eugene Panji berhasil keluar dari jalurnya yaitu video klip. Hal ini menurut saya sebuah prestasi karena Eugene tidak membuat Cita-Citaku Setinggi Tanah tampil selayaknya video klip musik seperti yang pernah saya temui dalam sebuah film yang dibuat oleh sutradara video klip lain. Eugene mampu mengatur ritme film dengan tepat hingga akhirnya akan anda temui adegan yang mungkin akan membuat anda ikut terharu.

Pembagian karakter empat tokoh utama anak-anak juga sangatlah pas. Muhammad Syihab berhasil mempresentasikan tokoh Agus yang sederhana dan pantang menyerah dengan sangat baik begitupun dengan Dewi Wulandari yang bermain sebagai Mey menampilkan sosok anak-anak dengan cita-cita yang banyak kita temui pada anak-anak seusia Mey. Tidak terdapat masalah yang berarti terhadap para cast secara keseluruhan.

Menyaksikan Cita-Citaku Setinggi Tanah menjadi sebuah pengalaman yang sangat menyenangkan. Kekuatan utamanya terletak pada segala kesederhanaan yang terdapat pada film ini. Rasanya terlalu sayang untuk dilewatkan karena film ini begitu jujur, sederhana dan mengandung banyak nilai positif. Memberikan pemahaman yang tepat tentang cita-cita bagi penonton khususnya anak-anak. “Cita-cita itu bukan untuk seadar dituliskan, tapi diwujudkan.”  Ya, memang benar, Mbah.

Iklan