Review : Dredd (2012)


Cast : Karl Urban, Olivia Thirlby, Lena Headey, Wood Harris, Jason Cope, Rachel Wood.

Director : Pete Travis.

Genre : Action, Fantasy, Crime, Science-Fiction.

Running time : 95 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Dalam perputaran film didunia, reboot maupun remake adalah hal yang amat sering ditemui. Tahun ini ada Total Recall, film lawas yang dulunya mendunia kemudian diremake oleh Len Wiseman. Total Recall menuai pro maupun kontra. Agak sedikit berbeda, proyek reboot yang juga rilis tahun ini, The Amazing SpiderMan lebih banyak menuai pujian dan dikategorikan berhasil. Kini, dipenghujung tahun 2012, satu lagi film lawas tentang tokoh komik penegak hukum di masa depan yang pernah dibuatkan filmnya pada tahun 1995, Judge Dredd kembali dibuat versi terbarunya.

Dari kawasan Boston hingga Washington DC, berdiri kota metropolis yang tingkat kriminalitasnya sangat tinggi bernama Mega City One. Memiliki otoritas sebagai polisi dan eksekutor, hamba hukum yang disebut “Judge” mencoba memberantas kriminalitas. Dredd (Karl Urban) Judge yang paling ditakuti, bersama Judge dalam masa percobaan, Anderson (Olivia Thirlby) terlibat sebuah upaya penyerbuan bangunan tinggi yang dipimpin oleh Madelina Madrigal ‘Ma-Ma (Lena Headey) mantan pelacur yang menjadi bandar narkoba berbahaya bernama Slo-Mo.

Rasanya sulit untuk memungkiri bahwa plot cerita yang tertuang ditambah dengan elemen didalam film ini yang akan mengingatkan kita pada film aksi Indonesia yang sukses mendunia, The Raid. Setting yang digunakan dan beberapa scene yang (kebetulan) sama semakin memperkuat opini buruk bahwa film ini terinspirasi dari The Raid. Sayangnya Dredd sendiri telah dicanangkan jauh dari tanggal produksi film Gareth Evans tersebut, yakni sejak tahun 2008.

Meskipun memang mirip, Dredd dan The Raid menurut saya memiliki kekhasan masing-masing. The Raid pure bermain digenre aksi sedangkan film ini lengkap dengan genre fantasi dan fiksi ilmiah. Perbedaan tersebutlah yang akhirnya berhasil memberikan taste yang beda antara dua film ini. Dredd memberikan banyak efek CGI yang memukau. Kekerasan digambarkan sangat frontal. Ditambah dengan tekhnik slow motion yang semakin memperindah sinematografinya.

Urban terbilang berhasil memerakan karakternya hanya dengan suara tegasnya tanpa pernah menanggalkan helm dikepalanya. Sosok Judge yang cerdas dan dingin berhasil ditangannya. Headey sendiri terlihat cukup menakutkan berperan sebagai Bandar narkoba bernama Ma-Ma dengan mata dan tatapan yang tajam. Tidak kalah menariknya, Thirlby tampil cukup baik sebagai Anderson, seorang Judge rekrutan baru yang mampu membaca pikiran dari yang biasa sampai liar sekalipun.

Dredd entah lebih tepat disebut reboot atau remake karena film ini berdiri dengan kisah sendiri (berbeda dengan versi terdahulu). Alex Garland cukup baik dalam menjalankan tugasnya begitupun kinerja para cast dan sang sutradara yang juga sama baiknya. Hal tersebut jelas menjadikan film ini sebagai salah satu film terbaik tahun 2012. Dredd menegangkan dan mampu memukau meskipun tanpa 3D yang mungkin akan semakin menarik jika menyaksikannya dengan tekhnologi tersebut.

Iklan