Review : Atambua 39 Derajat Celsius (2012)


Cast : Gudino Soares, Petrus Beyleto dan Puti Moruk.

Director : Riri Riza.

Genre : Drama.

Running time : 88 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Riri Riza merupakan salah satu sutradara berbakat yang dimiliki Indonesia. Namanya kerap menjadi jaminan kualitas sebuah film. Tidak heran jika karya-karya menjadi selalu ditunggu. Tercatat absen selama tahun setelah merilis sekuel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi di tahun 2009 kini Riri Riza kembali dengan proyek ambisius yang dikerjakan bersama Miles Production berjudul Atambua 39 Derajat Celsius. Proyek yang sebelum rilis di Indonesia sudah malang melintang di festival luar negeri.

Sinopsis

Harus diakui Atambua 39 Celsius bukan jenis film yang mudah diikuti. Filmnya bertutur pelan dan begitu sepi. Ditambah dengan pendekatan realis yang membuat filmnya terasa seperti film dokumenter. Tentu hal ini jauh dari nilai komersil yang lebih digemari banyak orang. Atambua menawarkan gambar tentang keindahan Indonesia Timur yang tidak perlu diragukan. Lalu apalagi? Meskipun fokus cerita terdapat pada tokoh Joao, Nikia dan Ronaldo, Riri Riza tidak melulu bercerita tentang ketiga tokoh film tersebut tapi juga berhasil mengajak penonton untuk bersimpati akan persoalan demi persoalan yang dihadapi oleh para pengungsi  wilayah Atambua. Didukung dengan sinematografi yang menawan, potret kehidupan keras Atambua hadir dalam film dengan sangat nyata.

Dari segi cast, Gudino Soares mungkin paling layak mendapat apresiasi. Karakter dari Joao berhasil diperankan dengan amat baik. Joao yang berstatus sebagai  remaja yang putus sekolah dan tidak mendapat kasih sayang tergambar jelas lewat penampilan Gudino Soares. Tapi Atambua tentu tidaklah spesial tanpa Putri Moruk yang memerankan Nikea dengan begitu dingin dan Petrus Beyleto sebagai Ronaldo. Status sebagai penduduk asli Atambua menjadi faktor yang cukup penting dimana mereka berhasil memberikan kontribusi yang baik.

Film ini tidak semata-mata hadir sebagai film pengobat rindu dari seorang Riri Riza. Atambua 39 Derjat Celsius secara gamblang menyinggung tentang nilai nasionalisme. Mengajak penonton untuk sejenak mengukur nasionalisme diri sendiri. Gambaran nyata lewat para tokohnya yang seolah menjadi bukti nyata perpecahan menimbulkan banyak kerugian, ketidakpastian. Komflik yang tidak ringan dan tidak sesederhana aspek politisnya. Sebuah film yang bertutur pelan, sepi namun jujur dan bersarat. 

Iklan