Review : Demi Ucok (2013)


demi-ucokCast : Geraldine Sianturi, Lina Marpaung, Saira Jihan, Sunny Soon.

Director : Sammaria Simanjuntak.

Genre : Drama, Comedy.

Running time : 79 minutes.

Rate Description  : 

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

3cinemaylo114

Masih ingat dengan film indie Ci(n)ta yang rilis terbatas tahun 2009 lalu? Sulit rasanya memungkiri bahwa film tersebut secara mengejutkan berhasil memuaskan banyak orang. Mengangkat tema cinta beda agama, film tersebut tidak hanya menuai pujian penontonnya namun juga berhasil membawa pulang Piala Citra FFI 2009 untuk kategori skenario terbaik. Sekitar satu tahun yang lalu Sammaria Simanjuntak bersama PT. Kepompong Gendut  mencari 10.000 orang yang bersedia menjadi Co-Produser untuk terwujudnya film Demi Ucok ini.

demi-ucok-still-13

Glo (Geraldine Sianturi) adalah seorang filmmaker amatir yang bercita-cita sukses didunia perfilman. Ketika ambisinya tengah memacunya untuk terus berupaya membuat film, Glo dihadapkan dengan obsesi Mak Gondut (Lina Marpaung) yang menginginkan putrinya segera berkeluarga. Glo yang dianggap tidak berhasil sebagai sutradara terus menerima tekanan dari Mak Gondut. Kini Glo berupaya keras untuk bertahan dan membuktikan bahwa pilihannya untuk berkarir sebagai sutradara adalah tepat.

Demi Ucok menjadi proyek yang membuat penasaran jauh sebelum filmnya dirilis regular diawal tahun ini. Bagaimana tidak, belum apa-apa film ini sudah berjaya di beberapa ajang perfilman Indonesia diantaranya 8 nominasi FFI 2012 termasuk film terbaik, membawa pulang satu Piala Citra untuk Mak Gondut sebagai pemeran pendukung wanita terbaik dan diganjar film terbaik 2012 pilihan Majalah Tempo. Apa yang sebenarnya spesial dari film ini?

Sammaria Simanjuntak berhasil menggagas film keduanya ini  menjadi film yang menarik untuk disimak. Kisahnya yang sederhana  mampu dimaksimalkan menjadi tontonan yang dekat akan penonton. Isu tentang perjodohan disampaikan melalui humor sarkastis. Yang saya rasakan, sang sutradara tetap berusaha membuat film yang dekat dengan dirinya yakni masih menggunakan batak sebagai latar cerita filmnya. That’s a good thing, I think. Sammaria Simanjuntak tahu betul bagaimana harusnya ia bertutur.

DemiUcok-Spread2

Tidak hanya memiliki komposisi yang baik dalam penceritaan yang unik dan menghibur sehingga dengan mudah disukai penonton, Demi Ucok juga punya nama Lina Marpaung yang lebih populer dengan Mak Gondut berhasil mengocok perut sepanjang film dengan aksennya yang khas dan memorable. Geraldine Sianturi yang sama-sama pendatang baru juga tidak bisa dipungkiri cukup mencuri perhatian. Mereka berdua memberikan penampilan yang memuaskan. Sementara dua cast lain yang sebelumnya menjadi leading dalam film Ci(n)ta, Saira Jihan dan Sunny Soon juga mampu memberikan kontribusi positif untuk film ini.

Demi Ucok sekali lagi adalah film yang menghibur. Tapi bukan hanya itu, film ini seolah menjadi bukti bahwa konflik sesederhana apapun itu bisa menjadi menarik ketika disajikan dengan pendekatan dengan kehidupan sehari-hari yang bisa kita dengar dari cerita teman, sahabat, keluarga, atau bahkan yang kita alami sendiri. Saya berharap film seperti ini mendapat apresiasi lebih dari penonton karena jelas menjadi film yang mampu berfungsi lebih juga, sebagai tontonan yang segar dan menghibur, mempertahakan ciri khas film komedi Indonesia (dan juga mengangkat etnis batak), bahkan mungkin setelah ini anda akan kembali bertanya, “Seberapa besarkah rasa sayang saya kepada orang tua khususnya ibu anda?”.

Iklan