Review : Sang Pialang (2013)


Sang-Pialang-Poster

Cast : Abimana Aryasatya, Christian Sugiono, Kamidia Radisti, Slamet Rahardjo, Mario Irwinsyah, Alblen Filindo, Ferry Salim, Pierre Gruno, Tio Pakusadewo.

Director : Asad Amar.

Genre : Drama, Thriller.

Running time : 117 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

3cinemaylo114

Tidak salah jika dikatakan bahwa tema film Indonesia dari tahun ke tahun memang cenderung mudah ditebak. Horror sempat berjaya selama beberapa tahun meski tahun 2012 tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Komedi romantis dan drama masih terbilang statis sementara omnibus di tahun kemarin cukup mencuat jumlahnya. Hal tersebut sepertinya coba dijawab oleh Garuda Nusantara Sinema  dan MP entertainment dengan menghadirkan film pertama di Indonesia berjudul Sang Pialang.

Sang_PialangMahesa (Abimana Aryasatya), Kevin (Christian Sugiono), Analea (Kamidia Radisti) adalah sahabat yang berkecimpung di bidang bursa efek. Diam-diam Kevin ternyata tidak begitu menyukai Mahesa karena ayahnya lebih mengandalkan Mahesa dibanding dirinya. Selain itu, Analea yang cenderung perhatian ke Mahesa membuat Kevin cemburu. Segala kondisi dimanfaatkan Kevin untuk menyingkirkan Mahesa dari Barata Sekuritas. Namun permainan saham yang dilakukan Kevin untuk menarik perhatian teman-temannya berbuntut kemarahan dari para investornya yang mengancam sekuritas yang di naunginya.

Awalnya saya pikir film ini akan didominasi dengan segala sesuatu tentang saham namun ternyata tidak sepenuhnya seperti itu. Titien Wattimena dan Anggoro Saronto yang bertindak sebagai penulis naskah membagi-bagi fokus cerita menjadi beberapa bagian seperti kisah Mahesa dan pandangan ayahnya tentang seorang pialang, serta cinta segitiga antara Mahesa, Analea dan Kevin. Selain itu masih ada dua supporting yang kehadirannya dimaksudkan menambah bumbu persahabatan kelima pekerja saham yang berkehidupan serba modern itu.  Konflik-konflik yang sering kita temui lewat film-film yang terlebih dahulu dirilis berhasil dihadirkan dengan menarik sehingga tidak terkesan klise.

Penampilan Abimana Aryasetya dan Christian Sugiono yang apik memberikan pandangan tentang perbedaan-perbedaan sosok pialang saham. Kamidia Radisti yang memang tampil cantik sepanjang film cukup berhasil membuktikan bahwa ia tidak hanya sebagai pemanis saja namun ia memberi kontribusi yang efektif terhadap film ini. Seperti yang telah dimaksudkan sebelumnya, hadirnya Mario Irwinsyah dan Alblen terbukti mampu memperkuat cerita lima sahabat ini.

film sang pialangAsad Amar sendiri layak diapresiasi karena dalam debutnya ini ia berhasil memberikan sebuah tontonan menarik dan berbeda dari apa yang telah ada sebelumnya. Proses syuting 21 hari yang dilakukan dikantor bursa saham memperkuat visual film sehingga tampil sangat meyakinkan. Gambar demi gambar disajikan dengan cukup rapi namun satu hal yang menganggu dari film ini adalah tata suara yang terasa tidak real. Dialog karakter-karakter terdengar sangat stabil diluar atau didalam ruangan sekalipun. In my opinion, tidak sampai memperburuk film tapi cukup mengganggu.

Sang Pialang secara keseluruhan memang tidak sempurna. Tapi naskah duet Titien-Anggora yang cukup segar, kinerja Asad Amar yang mampu membuat film ini menarik sedemikian rupa serta performa para cast yang tidak mengecewakan membuat debut sang sutradara yang sebelumnya eksis menjadi line produser ini mendapat predikat layak tonton. Selain merupakan sesuatu yang baru di khazanah perfilman Indonesia, film ini juga mampu memberikan gambaran nyata dari kisah kehidupan pekerja saham muda di Indonesia yang mungkin banyak dari kita tidak pernah tahu seperti apa dunia saham itu. Well done!

Iklan