Witra Asliga, from movie reviewer to his directing debut in Insomnights of 3SUM.


witraasligaFrom movie reviewer become a movie director. Sounds great! Witra Asliga yang sejak 2008 aktif mereview film di blog Database Film di bioskop Indonesia, tahun ini melangkah ke satu tahap besar menjadi seorang sutradara. Penasaran untuk menyaksikan kiprah seorang reviewer menjadi sutradara film? Sambil menunggu filmnya yang rilis akhir Januari nanti, yuk simak obrolan Cinemaylo ditengah-tengah kesibukannya promo film dengan tagline “stories of love, life, and death” ini.

Ceritakan bagaimana proses yang anda lalui dari seorang movie reviewer menjadi seorang sutradara!

Melalui tulisan-tulisan saya yang dimulai sejak Oktober 2008, saya memiliki kesempatan berkenalan dengan sineas-sineas lokal termasuk salah satu di antaranya adalah produser Sendi Sugiharto di akhir tahun 2011 lalu yang kemudian memperkenalkan dengan Andri Cung dua bulan berikutnya. Pada bulan April 2012, Sendi melontarkan idenya untuk membuat sebuah omnibus dengan genre yang berbeda-beda. Di situlah, saya pitching Insomnights yang memang sudah dikonsep bersama dengan Andri yang juga menyukai kisahnya.

Di film 3 sum anda menyutradarai segmen Insomnights. Idenya sendiri berasal dari mana? Based on true story kah?

429386_444172248964758_474419897_nSaya menyutradarai bersama Andri Cung. Idenya muncul saat saya mengalami insomnia di bulan Oktober 2011 dimana siklus tidur menjadi tidak teratur bahkan pernah tidur pada pukul 5.30 pagi! Mulai malam ketiga, saya memilih untuk menulis saja cerpen di ponsel yang kemudian dikembangkan menjadi skrip.

Mengapa memilih Winky Wiryawan dan Gesata Stella sebagai cast Insomnights?

Awalnya saya tidak terpikir kedua nama tersebut hingga beberapa teman menyadarkan bahwa Winky merupakan pilihan tepat. Kebetulan saya memang mengenal Winky secara pribadi dan menawarkan skrip Insomnights yang langsung diiyakannya. Gesata sendiri pernah saya temui sewaktu membantu seorang teman membuat teaser poster dimana saya melihat passion dia yang besar dalam dunia akting. So, why not menyatukan mereka sebagai pasangan dalam film?

Kenapa memilih genre thriller menjadi debut anda sebagai sutradara?

Saya selalu menyukai film bergenre thriller, horror, drama, komedi sejak kecil. Kebetulan saja Insomnights yang saya tulis ini bergenre thriller dimana menjadi tantangan tersendiri bagaimana mewujudkannya menjadi sebuah film pendek yang mencekam.

Kalau proses syutingnya sendiri berapa lama?

483514_444568898925093_1639989079_n2 hari, masing-masing menghabiskan waktu 20 jam dan 12 jam.

Hal paling menarik apa yang anda temui  selama proses syuting berlangsung? Ada kesulitan tersendiri mengingat ini sebuah debut?

Awalnya sempat grogi melihat begitu banyak kru yang terlibat dalam proyek ini. Apalagi saya masih belajar bagaimana mengkomunikasikan sebuah ide kepada mereka. Beruntung sekali saya didampingi Andri Cung yang memang sudah lebih berpengalaman.

Anda dikenal sebagai reviewer yang mereview semua film yang tayang di bioskop. Apakah nanti 3 sum akan ikut direview di blog anda?

Tentunya tidak fair jika saya mereview film sendiri. Saya sudah mengontak beberapa rekan movie reviewer untuk meminta ijin menempelkan halaman review mereka di blog saya sebagai referensi saja.

Mereview dan membuat film tentu 2 hal yang berbeda. Kira-kira ada atau tidak persamaan dari keduanya?

Jelas berbeda. Sejauh ini saya memang lebih banyak mereview dari segi cerita. Nah, sewaktu membuat film memang terasa bahwa mengadaptasi sebuah cerita menjadi film itu tidak mudah mengingat ini adalah kerja kolektif.

Setelah 3SUM, ada proyek lainkah yang sedang anda persiapkan? Kalau ada boleh diceritakan sedikit?

Kebetulan saya sudah menyelesaikan syuting film pendek The Ring(s) yang sekarang sedang memasuki tahap editing. Rencananya akan tayang di Youtube menyambut hari Valentine nanti.

Last but not least, harapannya untuk film 3SUM?

3SUM ini merupakan debut layar lebar kami bertiga yang berangkat dengan visi dan spesialisasi yang berbeda-beda pula. Harapannya, omnibus dengan konsep baru ini dapat diterima masyarakat pecinta film nasional sebagai alternatif tontonan yang fresh dan inovatif.

10059_450319241683392_1232656187_n

3SUM: Stories of love, life and death bisa disaksikan mulai 31 Januari di bioskop-bioskop terdekat. Twitter: @3sum_film  / Facebook: 3SUMfilm.

Picture Source: facebook.com/3SUMfilm.

Iklan