REVIEW : 3SUM (2013)


3SUMCast : Winky Wiryawan, Aline Adita, Dimas Argobie, Hannah Al Rashid, Gesatta Stella, Natalius Chendana, Joko Anwar, Judy Fransesca.

Director : Andri Cung, William Chandra, Witra Asliga.

Genre : Thriller, Drama and Action.

Running time : 93 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

22

Kehadiran omnibus di kancah perfilman nasional semakin menjadi tren. Ada keasyikan tersendiri dalam menonton film omnibus dimana kita akan disuguhi beberapa film-film pendek dengan kisah dan cast yang berbeda tentunya. Jika omnibus-omnibus yang pernah anda saksikan terdiri dari segmen-segmen dengan satu genre atau minimal tema yang sama maka tiga sutradara pendatang baru Andri Cung, William Chandra dan Witra Asliga hadir dengan suguhan omnibus tiga rasa dengan genre thriller, drama, dan aksi berjudul 3SUM: Stories of love, live, and death.

insomFilm dibuka dengan segmen Insomnights yang merupakan kolaborasi antara Witra Asliga dan Andri Cung. Berkisah tentang Morty (Winky Wiryawan) yang dilanda insomnia karena tengah mengalami berbagai masalah dalam hidupnya. Malam-malamnya menjadi menyeramkan. Formula yang disuguhkan jelas bukan hal baru. Jika anda gemar menonton film thriller Hollywood sejenis maka akan dengan mudah menebak twistnya. Sulit dipungkiri beberapa kekurangan jelas terlihat dalam segmen pembuka ini. Editing yang kurang rapi salah satunya. Winky Wiryawan yang diplot sebagai tokoh sentral segmen ini gagal menakut-nakuti penonton dikarenakan akting yang terlalu berlebihan. Beruntung meski kekurangan demi kekurangan ditemui segmen ini masih dapat dikategorikan aman walaupun hasil akhirnya jauh dari ekspektasi namun tidak sampai buruk.

IMG_1298Segmen selanjutnya adalah Rawa Kucing. Segmen yang sangat vintage ini mengangkat kisah tentang Ayin (Aline Adita) seorang janda yang kehidupannya tidak lebih dari berpesta, mabuk-mabukan bersama teman-temannya dan tidur dengan laki-laki. Pada saat perayaan ulang tahunnya ia dipertemukan dengan Welly (Natalius Chendana) seorang gigolo gagu yang bekerja untuk rawa kucing milik Abong. Kehidupan Ayin kemudian berbalik 180 derajat sekaligus mempertemukannya dengan seseorang yang benar-benar tulus mencintainya. Saya setuju jika segmen ini dikatakan sebagai bagian paling baik dari 3SUM. Selain cerita yang memang sangat kuat, Andri Cung berhasil menghadirkan setting tahun 1980 dengan sangat sempurna. Teknis dan penyutradaraan yang pantas mendapat nilai A. Mungkin ini karena dirinya sudah cukup berpengalaman dalam menggarap sebuah film salah satunya yang paling hits adalah Payung Merah, film pendek yang berjaya di festival film luar. Nuansa komedi yang kental beberapa kali disisipkan terbukti mampu mengundang tawa. Aline Adita bermain cukup baik meski saya percaya performanya masih bisa lebih baik dari apa yang telah saya lihat. Natalius Chendana juga merupakan nama yang berhasil menhidupkan karakternya begitupun dengan karakter Asiu yang diisi Judy Fransesca. Satu-satunya scene yang unbelieveable bagi saya adalah rawa kucing tahun 2012 yang terlalu didramtisir. But overall is good!

1-29-2013 17-33-17Impromptu yang dibesut William Chandra menjadi segmen penutup. Berkisah mengenai dua pembunuh bayaran Amin (Dimas Argobie) dan Lina (Hannah Al Rashid) bertugas menghabisi nyawa Ali Ferzat (Joko Anwar) seorang politikus yang berusaha mengungkap praktek korupsi di Indonesia. Ditengah perjalanan mereka harus menghadapi sekelompok polisi gadungan yang berusaha menjebak pengguna jalan dengan modus razia narkoba. Meski terasa cukup singkat  tapi adegan demi adegan disusun dengan sangat rapi dan stylish. Dimas Argobie cukup lihai beradegan aksi begitupun dengan Hannah Al Rashid yang tampil memukau lewat paras elok dan kemampuan yang berbanding lurus. Menutup 3SUM dengan baik meski tidak sempurna, Impromptu berhasil menghibur sepanjang filmnya bergulir. Dengan komposisi yang amat pas film ini berpotensi untuk dibuat menjadi film panjang tidak hanya karena menyisakan beberapa pertanyaan tetapi juga penonton selalu suka dengan genre film baku hantam yang tingkat produksinya memang belum terlalu banyak.

3SUM secara keseluruhan jelas bukanlah omnibus yang buruk, hanya saja saya akui bahwa film ini tidak mampu memuaskan ekspektasi saya sebagai penonton yang tentunya menilai secara objektif. Misi menjadi omnibus yang berbeda dari apa yang sudah ada patut diapresiasi lebih meskipun berakhir dengan eksekusi yang tidak memuaskan. Seharusnya film ini bisa tampil jauh lebih menawan dari yang telah saya saksikan saat ini.

Iklan