REVIEW : AIR TERJUN PENGANTIN PHUKET (2013)


AirterjunpengantinphuketCast : Tamara Blezinsky, Darius Sinathrya, Kimberly Rider, Stefan Willia, Laras Monca, Putri Una, Edward Akbar, Ray Sahetapy.

Director : Rizal Mantovani

Genre : Slasher, Drama.

Running time : 83 minutes.

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

1

Saya pribadi menyebut Air Terjun Pengantin Phuket sebagai proyek penting bagi seorang Rizal Mantovani. Kenapa? Setelah keterpurukan yang berkepanjangan dimana Rizal terus menelurkan karya demi karya yang mengecewakan (entah itu drama maupun dalam genre horror/slasher) ia berhasil mengangkat kembali kualitasnya dipenghujung tahun lalu lewat film berdasarkan novel laris, 5 cm. Belum lama setelah rilisnya 5 cm yang saat ini telah menebus 2 juta lebih penonton, Rizal Mantovani kembali merilis sebuah slasher yang sudah tidak asing lagi yakni merupakan sekuel Air Terjun Pengantin (2009) yang meraup 1,1 juta penonton dengan embel-embel phuket. Apakah proyek ini akan mempertahankan kualitas yang baru saja diangkat atau sebaliknya karena hanya dirilis dengan misi meraih penonton yang banyak? Jujur, saya ragu.

atpp-18Tidak diduga-duga akan dibuat sekuelnya, Air Terjun Pengantin Phuket berkisah tentang Tiara (Tamara Blezynski) yang setelah musibah di Pulau Pengantin yang menewaskan teman-teman sekaligus tunangannya, bertolak ke Phuket, Thailand. Disana Tiara membuka sebuah bar bersama Lea (Laras Monca), sahabatnya. Selain itu ia juga tengah mendalami Thai Boxing sebagai pelampiasan akan trauma yang dialaminya. Alan (Darius Sinathrya), Maureen (Kimberly Rider), Kenny (Stefan William) dan Aida (Putri Una) secara mengejutkan mengunjungi Tiara di Thailand. Liburan pun dirancang sedemikian rupa hingga mereka tersesat di sebuah pulau misterius yang kembali mengharuskan Tiara mengalami kejadian serupa.

Keraguan saya ternyata benar. Menyaksikan Air Terjun Pengantin Phuket begitu menyiksa bathin. Tidak ada perbedaan signifikan yang ditawarkan dalam sekuel ini dengan sebelumnya. Masih dengan plot yang itu-itu saja alhasil tidak ada sesuatu yang baru apalagi greget dari film ini. Dialog-dialog cheesy membuktikan kedangkalan naskahnya. Alih-alih berharap dengan sinematografi indah pantai Phuket, setting dinegara Thailand tersebut juga tidak efektif penggunaannya.  Saya memang salah besar telah berharap lebih akan sekuel ini hanya karena melihat kembalinya kualitas seorang Rizal Mantovani dalam film 5 cm.

tamara4Jangan berharap apa-apa dari segi cast. Tamara Blezynski dalam sekuel ini tidak memberikan performa yang lebih baik dari sebelumnya. Jika dalam Air Terjun Pengantin penonton seolah memaafkan kegagalan aktingnya  dimana setidaknya  mampu melihat tampilan seksi Tamara yang berbikini maka bersiaplah untuk kecewa bagi anda yang berharap dimanjakan matanya oleh kecantikan aktris mantan bintang sabun ini. Nama-nama lain seperti Darius Sinathrya, Kimberly Rider, Stefan William dan dua nama aktris yang pamer tubuh yang belum saya kenal terbukti tidak memberikan kontribusi berarti bagi film ini. Formasi pemain seperti ini tidak lebih dari sekedar pengulangan (lagi) dari apa yang terdapat dalam film pertama. Dengan demikian, Tamara Blezynski yang memang sejak awal dipasang sebagai ‘jualan’ utama film ini seolah harus menanggung semua ekspektasi penonton sehingga pada akhirnya penonton kembali menelan kekecewaan karena Tamara tidak tampil seseksi prekuelnya. How about the Thai boxing scenes? It’s good, but nothing special..

Air Terjun Pengantin Phuket jelas lebih mengecewakan dari sebelumnya. Slasher mencekam? Jelas tidak. Pemandangan Phuket Thailand yang menawan? Tidak maksimal. Tamara Blezynski? Ah, sayang sekali juga tidak sepanas film pertamanya. Lalu apa? Hanya dengan alasan komersil, amat disayangkan pada akhirnya Rizal Mantovani memilih merilis film yang akan kembali mengecewakan banyak orang. Dengan demikian, laku atau tidak laku saya benar-benar tidak menginginkan adanya versi slasher ini lagi even diembel-embeli dengan Hawaii sekalipun.

Iklan