REVIEW : MAMA (2013)


mamama

Cast : Jessica Chastain, Nikolaj Coster-Waldau, Megan Charpentier, Isabelle Nelisse, Daniel Kash.

Director : Andres Muschietti.

Genre : Horror.

Running time : 100 minutes. 

Rate Description  :

O : Rubbish / 1 : Dissapointing / 2 : Ordinary / 3 : Good / 4 : Very Good / 5 : Outstanding!

3cinemaylo1141

Keberhasilan suatu film pendek biasanya diikuti dengan pembuatan versi film panjangnya. Di Indonesia sendiri kita mengenal Rumah Dara (2011) slasher mencekam yang dibuat oleh duo sutradara The Mo Brothers berdasarkan film pendek berjudul Dara yang masuk dalam antologi horror bertajuk Takut: Faces of Fear (2008). Sementara untuk kancah Hollywood formula kali ini juga beberapa kali kita temui. Yang paling baru adalah Mama karya sutradara asal Argentina, Andres Muschietti yang kemudian dibuatkan film panjangnya setelah versi film pendeknya diunggah ke internet dan menyedot perhatian kemudian dilirik oleh pihak studio Universal Pictures.

maSetelah misteri kematian kedua orangtuanya, Victoria dan Lily menghilang. Lucas (Nikolaj Coster-Waldau) yang bersatus om dari Victoria (Megan Charpentier) dan Lily (Isabelle Nelisse) berupaya mencari keponakannya bersama Annabel (Jessica Chastain) pacarnya. Kedua anak yang hilang itupun ditemukan disebuah rumah tua ditengah hutan dengan keadaan yang sangat memprihatinkan dimana mereka berperilaku sangat aneh, bertubuh kurus dan kotor. Mereka berdua kemudian dirawat oleh Lucas dan Annabel. Tidak ada yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada dua anak tersebut selama bertahun-tahun terkurung. Sampai pada suatu ketika Annabel menyadari bahwa kakak beradik diikuti oleh sosok misterius yang mengancam keselamatan penghuni rumah. Victoria dan Lily menyebutnya Mama.

Jika tugas atau tujuan sebuah film horror adalah menakut-nakuti penontonnya film ini jelas sangat berhasil. Saya yang duduk dibangku tengah jujur saja cukup terintimidasi menontonnya. Andres tak terbantahkan mampu membangun adegan demi adegan dengan baik dan rapi lengkap dengan tata musik yang membuatnya semakin mencekam. Tapi apakah Mama hanya berhasil dalam tugasnya menakut-nakuti penontonnya? Andres menambahkan nuansa fairytale kedalam film ini. Balutan nuansa fairytale tidak sampai menganggu keseluruhan film meski porsinya bisa dibilang terlalu dominan. Apalagi jika anda telah menyaksikan film pendeknya mungkin akan cukup terkejutkan dengan versi panjangnya ini. But it’s not problem karena film ini punya gaya penceritaan nuansa fairytale yang cantik  dan pastinya tetap menyeramkan.

MamaDari segi cast film ini juga ditunjang Jessica Chastain yang bermain apik. Mega Charpentier dan Isabelle Nellise yang masing-masing memerankan karakter Victoria dan Lily tentunya tidak saya pungkiri menambah keparnoan saya dalam menonton film ini. Hal ini nampaknya cukup sering berlaku mengingat anak-anak selalu menjadi magnet film horror untuk tampil seram setidaknya bagi saya yang selalu diintimidasi oleh anak-anak dibalik polos dan menggemaskannya mereka. Oh, Lily. Tingkahmu begitu lucu namun menyeramkan.

Keputusan pihak studio untuk menunda jadwal perilisan film ini karena mempetimbangkan masalah finansial rasanya cukup tepat yakni direspon cukup baik oleh kritikus dan perolehan box officenya memuaskan. Mama yang berstatus debut film layar lebar untuk Andres Mushcietti jelas patut dikatakan berhasil setidaknya seperti yang terlihat dari total pemasukannya. Ekseskusinya terbilang lumayan baik meski secara keseluruhan tidak semaksimal film pendeknya. Pun begitu jika dipandang sebagai film panjang tanpa dikait-kaitkan (lagi) dengan film pendeknya rasanya tidak ada yang begitu fatal bagi film ini. Mama tetaplah sebuah film horror menegangkan dan menakutkan yang mampu membuat penontonnya cemas dalam 100 menit durasinya.

Iklan