REVIEW : LOVE AND HONOR (2013)


love-and-honorCast : Liam Hemsworth, Teresa Palmer, Austin Stowell, Aimee Teegarden, Chris Lowell, Wyatt Russel, Max Adler, Lauren Mae Shafer, Delvon Roe.

Director : Danny Mooney.

Genre : Drama, Romance, War.

Running time : 95 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

1

Kendati belum mengetahui hasil akhir filmnya saya cukup bangga bisa menyaksikan film yang sebelumnya diberi judul AWOL ini lebih dulu karena di Amerika sendiri baru akan rilis maret mendatang. Berdasarkan kisah nyata tentang seorang tentara Michigan yang menghadapi perang Vietnam dan mendapat kecaman dari orang-orang Amerika Serikat sendiri. Tentu film ini bisa menjadi sangat spesial jika mendapat arahan yang baik. Terlebih lagi karena tema yang diusung terasa sangat pas dirilis di bulan februari yang memang menjadi ladang film bergenre sejenis.  Love and Honor dibesut Danny Mooyle, aktor yang pernah bergabung dalam film The Ides of March meski dengan peran kecil.

lnhDalam masa cuti berperang, Dalton (Austin Stowell) memutuskan untuk kembali ke Michigan, Amerika Serikat untuk menemui Jane (Aimee Teegarden) kekasih yang lama ditinggalkannya. Dalton ditemani sahabatnya, Mickey (Liam Hemsworth) yang memilih menemaninya dikarenakan khawatir akan ketidaktepatan waktu untuk kembali ke Vietnam. Disana Mickey terpaksa berbohong untuk menarik simpati Jane bahwa Dalton sengaja mangkir dari tugasnya demi menemui Jane. Dilain kisah Mickey malah jatuh cinta kepada Candace (Teresa Palmer), salah satu penghuni rumah ditempat Jane tinggal. Hubungan keduanya semakin dekat. Namun situasi sulit terjadi ketika Kebohongan yang ada membuat Mickey kehilangan kepercayaan Candace sekaligus harus berurusan dengan polisi karena dianggap melakukan pembelotan.

Kepesimisan sudah saya rasakan sejak awal menontonnya. Adegan perang Vietnam yang disuguhkan diawal film benar-benar tidak memberikan sensasi apa-apa bahkan hanya seperti tempelan belaka. Lantas apa yang terjadi jika adegan yang seharusnya digarap lebih serius karena menjadi salah satu kunci utama dilanjutkannya film di biarkan tampil seadanya tanpa berhasil meyakinkan penontonnya? Tentu hal tersebut berdampak cukup penting dimana mood penonton senantiasa berubah. Film kemudian bergerak lamban dan bertutur menyebalkan. Premis yang itu-itu saja, penggalian karakter yang tidak maksimal. Saya tidak tahu yang siapa yang lebih patut mendapat kritik tajam yang pasti naskah berdasarkan duet Jim Burnstein dan Garrett K. Schiff memang sangatlah berperan penting atas kegagalan-kegagalan yang ditemui di film ini.

loveandhonor1Okay, Let’s talk about the cast… Liam Hemsworth memang tidak tampil buruk tapi kontribusinya dalam film ini dijamin tidak berarti apa-apa. Jika anda berusaha melupakan buruknya naskah dan penyutradaraan yang ada dan berharap akan dimanjakan dengan akting Hemsworth maka hal tersebut juga akan sia-sia. Beberapa kali saya berkata dalam hati kalau Teresa Palmer begitu cantik dalam film ini tetapi sama halnya dengan Hemsworth, Palmer gagal untuk membuat saya melihat satu nilai positif dari film ini. Nama-nama seperti Austin Stowell, Aimee Teegarden dan Chris Lowell memberlakukan hal serupa. Chemistry antara Candace dan Mickey yang terjalin secara singkat patut dipertanyakan.

Dengan komposisi diatas jelas film ini akan menjadi salah satu film terburuk tahun 2013. Jarang sekali rasanya saya menonton film dengan genre sejenis yang benar-benar membuat saya jenuh dan beberapa kali melirik jam untuk memastikan kapan filmnya selesai. Alih-alih diberikan tontonan manis spesial Valentine, Danny Mooney malah mengajak penonton untuk merasakan kejenuhan yang luar biasa dalam sehingga membuat saya cukup menyesal telah membuang-buang waktu saya untuk menonton film ini. Tidak hanya gagal meninggalkan kesan, film ini bahkan terlalu berani untuk menghadirkan beberapa moment salah satunya penolakan Amerika Serikat untuk perang Vietnam yang jelas terlihat sangat amatir. Love and Honor semakin menegaskan bahwa membuat film tidak hanya membutuhkan aktor aktris rupawan sebagai magnet agar mampu disukai penonton karena sesungguhnya kekuatan naskahlah yang berbicara.

Iklan