REVIEW : RECTOVERSO (2013)


rectovfilmCast : Lukman Sardi, Prisia Nasution, Dewi Irawan, Asmirandah, Dwi Sasono, Widyawati, Sophia Latjuba, Tio Pakusadewo, Yama Carlos, Acha Septriasa, Indra Birowo, Tetty Liz Indriati, Amanda Soekasah, Hamish Daud, Fauzi Baadilah.

Director : Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lydia and Happy Salma.

Genre : Drama, Romance.

Running time : 107 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: 3531Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

Dewi ‘Dee’ Lestari mungkin menjadi nama yang paling sering dibicarakan beberapa waktu belakangan ini khususnya di kancah perfilman Indonesia. Karya-karya tulisnya begitu digemari. Jika pada tahun 2012 Perahu Kertas diangkat menjadi film yang dipecah menjadi dua bagian mendapat sambutan positif, kali ini giliran RectoVerso yang mendapat kesempatan tersebut. Novelnya sendiri memiliki keistimewaan karena tidak hanya menyuguhkan 11 fiksi melainkan juga 11 lagu yang saling berhubungan. Berangkat dari keistimewaan tersebut, Marcella Zalianty dan empat sutradara lain yang juga berprofesi sebagai aktris mengangkat 5 fiksi dari novel menjadi sebuah film omnibus berjudul sama.

rectov234Segmen berjudul Malaikat Juga Tahu disutradarai oleh Marcella Zalianty. Berkisah tentang Abang (Lukman Sardi), penderita autisme yang tinggal bersama ibunya (Dewi Irawan) pemilik kost-kostan. Salah satu penghuni kos bernama Leia (Prisia Nasution) sangat dekat dengan Abang. Hanya Bunda (ibu Abang) yang mengetahui perasaan Abang terhadap Leia. Kondisi sulit ketika Hans (Marcell Domits) adik Abang, datang dan membuat Leia tertarik. Leia dan Hans semakin dekat. Hal tersebut dikhawatirkan Bunda akan menyakiti perasaan Abang.

Selain memang dominan, Malaikat Juga Tahu adalah segmen terbaik dari film ini. Abang yang diperankan oleh Lukman Sardhi tak terbantahkan sangat berhasil memberikan penampilan yang sangat baik. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan Lukman membuat penonton bersimpati pada karakternya. Dewi Irawan tetap mempesona sama halnya dengan Prisia Nasution. Segmen ini semakin manis dengan lantunan suara merdu dari Glenn Fredly.

rectov2Firasat menjadi segmen selanjutnya yang disutradarai oleh Rachel Maryam diisi oleh Asmirandah, Dwi Sasono dan Widyawati. Senja (Asmirandah) bergabung dalam klub firasat yang dipimpin oleh Panca (Dwi Sasono). Senja sendiri bergabung dalam klub tersebut karena merasa selalu diberikan firasat akan ditinggal orang-orang terdekatnya terbukti dalam kecelakaan Ayah dan Adiknya. Selain itu ia juga tertarik kepada Panca yang memiliki kemampuan intuisi dan pengalaman tentang firasat yang mengagumkan. Sampai pada suatu hari firasat yang sama kembali menghampiri Senja.

Asmirandah memerankan Senja dengan sangat baik, pun begitu dengan Dwi Sasono. Meski sebenarnya apa yang disuguhkan tidak begitu istimewa, penampilan apik dari castnya mampu menjadikan segmen ini terasa manis. Indra Herlambang berhasil menjaga ritmenya dengan amat baik hingga mencapai twistnya yang cukup tak terduga. It was cool!

rectoverso3Pelukis muda yang lugu, Taja (Yama Carlos) bertemu dengan perempuan cantik dan seksi bernama Saras (Sophia Latjuba). Pertemuannya pada malam itu menjadi sangat berkesan. Setelah malam itu mereka bertemu secara tidak sengaja. Satu hari dihabiskan bersama hingga Taja sadar bahwa ia telah jatuh cinta dengan Saras. Saras menghilang setelah malam itu. Mengejutkan bagi Taja karena pertemuan ketiganya dengan Saras menjadi sangat menyadarkan dirinya akan cinta yang sesungguhnya.

Cicak di Dinding karya Cathy Sharon dan ditulis oleh Ve Handojo mungkin menjadi segmen yang penyajiannya paling cantik dari RectoVerso. Tio Pakusadewo tetap memukau disamping penampilan Sophia Latjuba yang seksi dan memikat. Yama Carlos yang pernah meraih nominasi FFI lewat aktingnya dalam film May mulai dari sekarang seharusnya lebih selektif memilih peran karena dalam film ini akting jauh lebih baik dari apa yang saya lihat dalam Not For Sale. Cicak di Dinding sulit untuk tidak disukai. Apalagi sketsa cicak pada akhir film yang sangat indah seindah lagu yang dilantunkan Dira Sugandi.

rectoverso8

Amanda dan Reggie adalah dua orang yang sudah sejak lama bersahabat. Amanda yang menganggap Reggie orang yang paling dipercayainya, cenderung selalu curhat akan kisah cintanya. Reggie dengan setia selalu mendengarkannya. Kisah cinta Amanda yang selalu berakhir pahit membuat Amanda sering mengalami hal yang sama. Disaat dirinya sakit, hanya Reggie yang selalu ada disampingnya. Hingga suatu malam disebuah kafe Amanda menyadari sesuatu hal yang tidak pernah ia duga. Reggie-lah orang yang paling mengerti akan dirinya.

Segmen yang disutradarai oleh Olga Lidya dan naskahnya ditulis oleh duet Ilya Sigma dan Dwi Satria ini terbilang sederhana karena hanya terjadi semalam ditambah flashback ke masa lalu Amanda. Sulit untuk tidak mengakui keunggulan dari penampilan rapuh Acha Septriasa. Wellcome to the new Amanda, karakter tersebut  ditangannya menjadi sangat believeable. Pun begitu Indra Birowo tidak dipungkiri juga memberikan performa yang pas. Curhat Buat Sahabat salah satu segmen favorit saya karena sangat sederhana namun juga sangat menyentuh.

recto1

Hanya Isyarat disutradarai oleh Happy Salma bercerita tentang lima orang backpackers yang bertemu disebuah. Meski baru bertemu selama beberapa hari Tano, Dali, Raga dan Bayu sudah terlihat sangat akrab satu sama lain. Sementara itu Al (Amanda Soekasah) diam-diam Al jatuh cinta dengan Raga, seseorang yang hanya bisa ia gapai sebatas punggung saja. Pada suatu malam mereka berlima mengadakan permainan kecil yaitu bercerita tentang hal yang paling sedih yang pernah mereka alami. Pada saat bersamaan, Raga menceritakan hal yang membuat Al sadar bahwa Raga tidak akan pernah bisa dimilikinya.

Segmen yang tidak kalah sederhana dari Curhat Buat Sahabat. Happy Salma membawa kisah yang naskahnya ditulis Key Mangunsong ini dengan amat rapi. Dialog-dialog indah mendukung penampilan Amanda Soekasah yang cukup baik. Jangan lupakan Fauzi Baadilah yang dalam segmen ini seolah tak berakting. Sebuah segmen yang berakhir indah, bahwa cinta tak harus memiliki.

1rectMenarik menyaksikan berbagai macam plot tampil tidak saling berhubungan meski dengan tema yang sama yakni cinta yang tak terucap. Kelima sutradara perempuan yang terdiri dari Marcella Zalianty, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Olga Lydia dan Happy Salma memberikan suguhan yang tidak kalah manis satu sama lain. Setiap cerita juga didukung dengan soundtrack yang begitu menawan. Ditambah penampilan para cast dalam masing-masing segmen membuat film ini semakin berkelas. Pujian juga patut dilayangkan kepada Cesa David Lukmansyah dan Ryan Purwoko yang membuat perpindahan dari segmen satu ke segmen yang lain tidak mengurangi kenyamanan dalam menontonnya. RectoVerso jelas merupakan sebuah keberhasilan dan pencapaian yang baik dalam film omnibus Indonesia. Jika dalam tulisan ini Malaikat Juga Tahu adalah juaranya maka yang mana yang menjadi favorit anda?

Iklan