REVIEW : JACK THE GIANT SLAYER (2013)


jackpostercinemayloCast : Nicholas Hoult, Eleanor Tomlinson, Stanley Tucci, Ian McShane, Bill Nighy, Ewan McGregor.

Director : Bryan Singer.

Genre : Adventure, Drama, Fantasy.

Running time : 114 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

25112

Jika sineas Indonesia senang mengadaptasi film berdasarkan novel, sineas Hollywood malah sedang menjadikan dongeng yang diadaptasi menjadi sebuah film menjadi tren. Berselang satu bulan dari rilis Hansel and Gretel: Witch Hunters yang berkhianat pada cerita aslinya, muncul lagi film yang idenya diambil dari cerita rakyat populer Jack the Giant Slayer dan mengadaptasi dua dongeng populer sekaligus, Jack the Giant Killer dan Jack and the Beanstalk. Kepopuleran dongeng Jack menjadi alasan kuat Warner Bros. yang bekerjasama dengan New Line Cinema untuk tidak melewatkan kesempatan emas mengeruk keuntungan. Dengan disutradarai oleh Bryan Singer dan naskahnya ditulis Christopher McQuarrie yang telah tercatat beberapakali berkolaborasi dengan Singer akankah film ini memuaskan penonton khususnya mereka yang telah akrab dengan dengan kisah Jack?

JACKBerkisah tentang kehidupan seorang anak petani bernama Jack (Nicholas Hoult). Disaat menjalankan tugasnya menjual kuda untuk mendapat uang ia malah dibayar menggunakan biji-bijian oleh seorang yang tak dikenal yang mengaku bahwa biji tersebut dapat mengubah dunia. Pada malam harinya Jack ditemui Putri Isabelle (Eleanor Tomlinson). Saat biji ajaib milik Jack tumbuh menjadi pohon kacang yang menjulang tinggi ke langit, Putri Isabelle terangkat dan masuk ke dalam dunia raksasa. Disana sang putri disekap oleh raksasa-raksasa yang menyeramkan. Jack menawarkan diri kepada raja Brahmwell (Ian McShane) untuk ikut dalam pasukan penyelamat Putri Isabelle. Setibanya disana, Jack dan para pasukan yang selamat memanjat pohon raksasa  menemukan fakta bahwa negerinya tengah dalam ancaman raksasa-raksasa yang menyekap Putri Isabelle.

Biaya produksinya tidak terbantahkan termasuk kategori fantastis. Tapi apakah budget merupakan sebuah jaminan? Rasanya tidak. Apa yang saya saksikan dalam film ini tidak lebih dari apa yang telah ada dalam film-film bergenre sejenis. Penulis naskah Christopher McQuarrie mungkin sudah terlalu malas untuk meramu cerita menjadi menarik meskipun dengan premis yang itu-itu saja. Sejak awal film bergulir dan memasuki pertengahan filmnya sudah sangat mudah ditebak. Efek visual film ini memang patut mendapat pujian namun hal tersebut tidak semata-mata dapat membuat saya memperbaiki posisi duduk karena serunya adegan-adegan yang disuguhkan.

JACK THE GIANT SLAYERPenggunaan teknologi 3D terasa sia-sia. Teknologi tersebut tidak bekerja secara maksimal dan gagal memberikan sensasi lebih saat menontonnya. Namun ada hal kurang mengesankan lain mengenai teknologi 3D dalam film ini. Jujur saja, saya menonton film ini disebuah acara screening yang diadakan Warner Bros. Indonesia disebuah bioskop daerah Jakarta Pusat. Entah karena kacamata 3D yang berbeda dari apa yang ada biasanya diberikan pihak bioskop, sepanjang film saya merasa gambarnya tidak seterang seharusnya. Saya lalu berpikir mungkin hari itu mata saya tidak dalam kondisi prima untuk menonton film namun setelah saya bertanya kepada penonton disebelah saya, mereka ternyata merasakan hal yang sama. Alhasil berkali-kali saya membuka kacamata untuk melihat gambar-gambar yang gelap contohnya ketika film bercerita pada malam hari, gambar-gambarnya nyaris tidak lagi dapat terlihat jelas dibalik kacamata 3D. saya tidak tahu apakah itu disebabkan kacamata 3D atau memang merupakan efek dari filmnya sendiri yang jelas hal tersebut sangat menganggu.

Beralih dari masalah teknis tersebut (yang cenderung masuk kedalam kategori curhat), Jack the Giant Slayer diisi oleh casts yang sebenarnya menjanjikan. Nicholas Hoult mendapat kesempatan untuk menjadi Jack, sementara love interest-nya diperankan oleh Eleanor Tomlinson nama baru yang paras cantiknya memanjakan mata. Beberarapa nama lain yang sudah tidak asing lagi seperti Stanley Tucci, Ian McShane, Bill Nighy, Ewan McGregor turut menjadi pendukung film ini. Hoult dan Tomlinson tidak memberikan chemistry yang seperti seharusnya dan nama-nama pendukung lain pun tidak lebih dari sekedar pendukung mengingat porsi mereka yang tidak sebanyak Hoult sebagai tokoh sentral. Dan secara keseluruhan tidak ada yang spesial dari performa para pemain.

jack-the-giant-slayer-1Jack the Giant Slayer yang tidak menggunakan treatment yang sama dengan Hansel and Gretel: Witch Hunters, merubah banyak hal dari dongeng aslinya sedangkan film ini terbilang cukup setia dengan apa yang telah ada, mungkin dapat menjadi satu hal positif. Meski begitu, sang sutrara tidak mutlak mengadaptasi semua secara sama. Singer memberikan twist yang dimaksudkan dapat mengubah pandangan banyak orang yang telah mengetahui cerita rakyat Jack. Hal yang sekali lagi patut diapresiasi namun sayang pada kenyataannya twist tersebut tidak bekerja secara efektif. Film ini seharusnya menjadi comeback yang bisa jauh manis. Tapi  dengan komposisi yang ada rasanya film ini akan tetap diminati. Tidak begitu sulit untuk mengembalikan modal pembuatannya namun jelas proyek ini akan mudah dilupakan.

Iklan