REVIEW : G.I. JOE: RETALIATION


gijoeCast : Dwayne Johnson, Adrianne Palicki, D.J. Cotrona, Lee Byung-Hun, Bruce Willis, Ray Stevenson, Jonathan Pryce, Arnold Vosloo, Elodie Yung, Faran Tahir, Channing Tatum.

Director : Jon M. Chu.

Genre : Action, Adventure, Sci-Fi.

Running time : 110 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

22Keputusan Paramount Pictures untuk menunda rilisnya film yang awalnya berjudul G.I. Joe: Cobra Strikes ini memang menyisakan tanya bagi banyak orang. Bagaimana tidak promosi besar-besaran sudah dilakukan satu tahun silam. Dari spekulasi yang beredar pihak studio tidak percaya diri dengan hasil akhir filmnya yang dijadwalkan rilis pada bulan Juni yang notabene adalah bulan ajang film-film besar yang bersaing di musim panas. Sang sutradara sendiri mengatakan bahwa penundaan rilisnya diakibatkan proses konversi ke 3D yang memakan waktu yang panjang untuk memperoleh hasil maksimal. Melihat keuntungan finansial yang didapat dari film pertama yakni US$302 juta meski dengan cacian kritikus dan nominasi Razzie Award pada tahun 2009, sepertinya film kedua ini masih akan tetap mampu meraih sukses yang sama bahkan bisa jadi lebih besar.

g,i,joeG.I. Joe berhadapan dengan Zartan (Arnold Vosloo), Storm Shadow (Lee Byung-Hun) dan Firefly (Ray Stevenson) yang di komandoi Cobra (Faran Tahir) yang sebelumnya, pada film pertama menyamar sebagai Presiden Amerika Serikat. Cobra yang menyamar menjadi Presiden menyerang markas G.I. Joe. Serangan tersebut mengakibatkan banyak anggota G.I. Joe tewas menyisakan Roadblock (Dwaney Johnson), Lady Jaye (Adrianne Palicki) dan Flint (D.J. Cotrona). Ulah Zartan dan Cobra semakin menjadi-jadi. Menyekap Presiden asli, menguasai Gedung Putih, dan mempersiapkan rencana jahat. Sadar telah dijebak, para anggota G.I. Joe yang tersisa meyakinkan Jendral Joseph Colton (Bruce Willis) untuk melakukan perlawanan sebelum semuanya terlambat dimana belasan negara akan segera hancur akibat kejahatan yang disebabkan oleh Zartan dan Cobra.

Secara keseluruhan, G.I. Joe: Retaliation sama sekali tidak memberikan sesuatu yang baru. Penulis naskah seakan-akan sudah sangat malas untuk bereksplorasi dan mengandalkan bintang-bintang yang namanya sudah tidak asing lagi dalam genre aksi untuk menarik minat penonton. Apalagi bagi anda yang baru saja menyaksikan Olympus Has Fallen beberapa waktu yang lalu. Premis yang ditawarkan tidak jauh beda. Bagi saya hal tersebut cukup merugikan film ini. Mengapa? Dengan komposisi yang tidak jauh berbeda, film ini mungkin saja akan disbanding-bandingkan dengan film yang dibintangi Gerard Butler itu. Ditambah penundaan jadwal rilisnya yang kemudian menambah ekspektasi. Saya pribadi akan cenderung memilih Olympus Has Fallen yang memiliki penokohan yang lebih kuat. Bagaimanapun usaha Mike Banning yang seorang diri menyelamatkan gedung putih dari serangan teroris yang hendak menguasai dunia lebih mampu menarik simpati.

g.i.joeretaliation1Chu yang memulai debutnya sebagai sutradara genre aksi sebelumnya menggarap Step Up 3D dan dokumenter Justin Bieber: Never Say Never melakukan re-boot pada film kedua ini dengan memunculkan sekaligus menghilangkan beberapa karakter. Dwayne Johnson dan Bruce Willis menambah jajaran pemain sebagai karakter baru yang memang ada di komik asli G.I. Joe. Keterlibatan dibanyak film dengan genre sejenis seakan membuat keduanya menjadi magnet film ini. Terlebih Willis yang dikenal sebagai Die Hard juga turut bergabung. Channing Tatum yang kemunculannya tidak sebanyak film pertama menjadi bagian promosi film. Saya menyukai Adrianne Palicki yang tampil seksi dan menawan meskipun karakter yang dimainkannya tidak lagi menjadi surprise dan tidak lebih dari stereotip.

Meskipun begitu bukan berarti G.I. Joe: Retaliation tidak berhasil menghibur. Layaknya Twilight yang memberikan kepuasan bagi penonton wanita karena menghibur begitupun film ini yang sedianya menghibur kaum pria yang gemar akan film aksi yang melibatkan militer. Hanya saja, jika untuk menjadi film aksi yang mengesankan dan akan selalu diingat penontonnya film ini mungkin tidak dalam posisi tersebut. Beberapa franchise film aksi sukses seperti James Bond dan Die Hard sulit dipungkiri sudah lebih dulu berada posisi tersebut dan sulit untuk tergantikan bahkan semenurun apapun itu kualitasnya.

gi-joe-retaliation-image04G.I. Joe: Retaliation menyuguhkan premis kadaluarsa dengan adegan aksi yang seperti saya katakan sebelumnya berhasil menghibur. Mengacu pada ending dan prediksi keuntugan finansial dengan embel-embel 3D yang tentunya membandrol tiket dengan harga yang lebih mahal, peluang G.I. Joe untuk dilanjutkan terbuka lebar. Bagi penonton awam, film kedua ini tentu akan sangat memuaskan, namun sebaliknya bagi penonton kritis bisa jadi ini adalah sebuah kekecewaan atas penantian panjang.

Iklan