REVIEW : STOKER


stoker-posterCast : Mia Wasikowska, Matthew Goode, Nicole Kidman, Jackie Weaver, Dermot Mulroney, Alden Ehrenreich, Phyllis Somerville.

Director : Park Chan-wook.

Genre : Drama, Mystery, Thriller.

Running time : 99 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3531

Nama Park Chan-wook tentu tidak asing lagi bagi anda yang gemar akan film Asia berkualitas. Namun jika memang tidak mengenal nama tersebut pernahkah anda menyaksikan OldboySympathy for Lady Vengeance atau Thirst? Ketiga film tersebut adalah sedikit dari film yang dibesut sang sutradara dan mendapat sambutan positif dari kalangan berbagai kalangan. Chan-wook jelas bukan sutradara sembarangan. Karya-karyanya tidak jarang mendapat penghargaan dibeberapa festival. Namanya sendiri telah mendapat pengakuan insan perfilman dunia sebagai salah satu sineas besar Asia. Setelah puas menelurkan film-film Asia, di tahun 2013 ini Chan-wook memulai debut Hollywoodnya lewat film bergenre thriller psikologi yang diberi judul Stoker.

Stoker (12India (Mia Wasikowska) baru saja kehilangan ayahnya (Dermot Mulroney) dalam sebuah kecelakan mobil. Situasi berkembang rumit ketika Charlie (Matthew Goode) datang secara tiba-tiba mengaku sebagai paman India. Sosok Charlie yang tampan dan misterius, menarik hati Eva (Nicole Kidman) Ibu India yang memiliki masalah emosi yang tidak stabil. Charlie kemudian diperbolehkan tinggal di rumah tersebut. Awalnya keadaan di rumah terlihat biasa-biasa saja. India sering menyendiri dan menemukan ibu dan pamannya berdua. Namun keanehan demi keanehan mulai hadir dan memunculkan curiga pada diri India terhadap Charlie. Apa yang sebenarnya telah terjadi?

Sejak awal bergulir, Stoker sudah mencuri perhatian. Credit yang menyatu dengan adegan ditampilkan dengan sangat menarik. Film kemudian bergerak memperkenalkan sosok India yang aneh. Ia tidak suka disentuh, jarang berbicara, tingkah anehnnya membuat orang sulit dekat dengannya, termasuk ibunya. Dinginnya sikap India dan segala keanehan yang ada dalam keluarga berduka tersebut lantas menjadi kunci sang sineas dalam mengaduk-aduk rasa penasaran penonton yang mau tidak mau diajak berpikir akan apa yang sebenarnya terjadi.

stoker2Naskah karya aktor Prison Break, Wentworth Miller memang sama sekali tidak spesial. Apa yang ditawarkan sudah sangat sering kita jumpai dalam film bergenre sejenis. Namun dengan cerdas Chan-wook menyuguhkan naskah biasa itu dengan gambar-gambar indah yang dikemas dengan penuh simbol (laba-laba, kulit telur, sepatu) setting yang menggoda, scoring Clint Mansell yang pas namun menciptakan ketengangan sehingga kadaluarsanya naskah yang ada sedikitpun tidak menjadi masalah. Penonton seolah diberikan ruang bebas untuk merasa tenang dalam menyimak dan menebak kejutan demi kejutan apa yang telah disiapkan.

Film ini semakin memesona dengan bintang-bintang yang bermain apik. Mia Wasikowska didukung dengan komposisi yang pas, memerankan India dengan sangat luar biasa. Tidak percuma peran tersebut diberikan kepadanya setelah beberapa nama berbakat seperti Carey Mulligan, Rooney Mara dan Emma Roberts yang pada akhirnya batal memerankan peran India. Nicole Kidman tampil tidak kalah memukau. Aktris kaliber Oscar ini tetap mampu bersinar walau dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Matthew Goode memberikan penjiwaan yang pas terhadap karakter Charlie yang dingin dan misterius. Jangan lupakan Jacki Weaver yang baru saja menggugah dalam Silver Linings Playbook juga turut memberikan kredit positif untuk film ini.

stoker 4Melihat komposisi yang ada, Stoker sepertinya menjadi debut manis untuk kiprah seorang Park Chan-wook. Kemahirannya terbukti tidak hanya dalam menggarap film Asia membuatnya siap menjadi sutradara kelas dunia. Tidak peduli sebiasa apa naskah yang ditanganinya, Chan-wook sudah cukup memukau dengan penyajian gambar yang memanjakan mata, ritme film mampu dijaga dengan benar-benar baik, dan berbagai aspek teknis yang sangat memuaskan. Kecenderungan plot cerita yang kerap disajikan oleh sang sutradara tidak berubah walau dalam bahasa yang berbeda. Sebuah debut Hollywood yang tidak main-main dibuat dengan sangat apik dengan hasil akhir yang brilian.

Iklan