REVIEW : HARI INI PASTI MENANG


HIPMCast : Zendhy Zain, Mathias Muchus, Ray Sahetapy, Tika Putri, Ibnu Jamil, Ramon Y Tungka, Ario Prabowo, Verdi Solaiman, Hengky Soelaiman, Deddy Mahendra.

Director : Andibachtiar Yusuf.

Genre : Drama.

Running time : 126 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3cinemaylo1141

Nama Andibachtiar Yusuf mungkin masih awam bagi sebagian orang. Karya-karyanya yang jumlahnya memang terbilang masih minim mungkin menjadi salah satu alasannya. Dari daftar film besutannya, saya sendiri baru menyaksikan Romeo Juliet (2009), film panjang pertama yang disutradarainya yang juga mengangkat tema serupa dengan lingkup lebih sempit, mengetengahkan kisah antara pendukung klub Persija dan Persib. Mungkin karena kecintaannya terhadap sepak bola yang teramat besar membuat Andibachtiar secara terus menerus membuat proyek sejenis, salah satunya The Conductors yang menjadi film dokumenter terbaik FFI 2008. Kini setelah mengalami penundaan jadwal rilis, film berdasarkan novel karya Estu Ernestu (Menerjang Batas) ini, akhirnya menyapa pecinta film Indonesia diawal bulan April 2013.

hariinipasti23Berkisah tentang Gabriel Omar (Zendhy Zain) bintang sepak bola yang namanya sedang menjadi pembicaraan. Prestasi mengubah hidupnya dan menjadikannya Ikon baru anak Muda Indonesia. Permainannya bersama klub Jakarta Metropolitan dan timnas Indonesia setelah Piala Dunia 2014 membuatnya semakin bersinar. Kehidupan Gabriel yang sukses tidak luput dari peran sang ayah (Mathias Muchus) seorang pejabat publik yang terkenal jujur dan sederhana. Disamping itu kisah tentang praktek Judi dari pengelola industri sepak bola nasional sedang menjadi sorotan dimana fenomena tersebut tengah diusut oleh seorang wartawan bernama Andien (Tika Putri). Andine yang juga teman Gabriel sejak kecil mendapat ancaman untuk menghentikan investigasi yang dilakukannya. Mengapa? Siapa yang sebenarnya terlibat dalam bisnis kelam yang merugikan itu?

Tema sepak bola sendiri sudah beberapa kali diangkat ke layar lebar meski masih dalam jumlah sedikit. Yang terlaris adalah Garuda Di Dadaku (2009) karya Ifa Isfansyah yang berhasil mengantarkan aktor belia, Emir Mahira menjadi nominator FFI 2010 untuk kategori aktor terbaik. Jika Garuda Di Dadaku yang kemudian dibuatkan sekuelnya fokus bertutur tentang kisah Bayu yang mewujudkan mimpinya menjadi pemain timnas Indonesia dengan pendekatan kisah anak-anak, maka Hari Ini Pasti Menang yang berjudul awal GO8 (Gabriel Omar 8) menawarkan kisah berbeda yang menarik mengenai sisi kelam di dunia sepak bola dimana perjudian sangat marak terjadi baik diluar maupun di negara Indonesia sendiri.

hariini2Andibachtiar dan Swastika Nohara yang menggagas naskahnya bertutur tegas membuka film dengan sangat asyik dengan konflik demi konflik yang kehadirannya efektif mendukung cerita secara tidak berlebihan. Dengan ritme yang disusun sedemikian rapi, kisah-kisah lain dibalik pertandingan panas sepak bola yang mungkin belum di ketahui banyak orang di kemas dengan sangat menarik, sukses menyindir perilaku sosial masyarakat sehari-hari. Dialog-dialog cerdas semakin melengkapi hidupnya film ini. Hal tersebut sangat terbukti dimana dalam durasi 126 menit yang cukup panjang, film ini tidak terasa membosankan dan berhasil membuat saya sebagai penonton terjaga untuk mengikuti setiap menitnya.

Zendhy Zain yang didaulat menjadi bintang utama memerankan Gabriel Omar belum sepenuhnya berhasil memberikan presentasi yang sesuai harapan, namun sebagai pendatang baru potensinya jelas terlihat. Saya menyukai penampilan Mathias Muchus yang sangat pas, Tika Putri yang memerankan seorang wartawan dengan sangat brilian membuat saya jatuh cinta untuk yang kedua kalinya setelah penampilan ciamiknya dalam Queen Bee (2009). Deddy Mahendra hadir sebagai tokoh baru yang cukup berbeda dari yang biasa kita saksikan dan Ray Sahetapy sudah tidak terbantahkan salah satu aktor senior yang selalu bermain baik meski terkadang terkesan tidak selektif dalam memilih tawaran bermain film. Ibnu Jamil memiliki komposisi yang pas sebagai Bambang Pamungkas namun di satu bagian, dialog panjang yang dibebankan kepadanya membuatnya seolah-olah sedang berpidato.

hariiniAnda yang gemar akan film bertemakan sepak bola akan dengan mudah terpuaskan dengan film ini.  Meski grafik film menurun sejak mendekati hingga mencapai ending, hal tersebut tidak secara frontal mengurangi mood dalam menontonnya. Film ini menyuguhkan gambar-gambar spektakuler, pertandingan sepak bola yang seru, kemegahan stadion yang meyakinkan, kemeriahan supporter yang berhasil disajikan dengan sangat dekat dan cukup memuaskan. Product placement-nya mungkin terkesan sedikit berlebihan. Hari Ini Pasti Menang menjadi film yang seakan-akan mewujudkan mimpi rakyat Indonesia yang menginginkan Tim Nasional sepak bola Indonesia berlaga di Piala Dunia. Semoga hadirnya film ini menjadi do’a yang dapat menumbuhkan rasa optimis seoptimis judulnya, sehingga timnas kita benar-benar dapat mencapai prestasi yang masih sebatas mimpi itu. Sungguh, untuk pertama kalinya penulis (akhirnya) berceramah.

Iklan