REVIEW : IRON MAN 3


iron man3 posterCast : Robert Downey, Jr.,Gwyneth Paltron, Don Cheadle, Guy Pearce, Rebeca Hall, Stephanie Szostak, James Badge Dale, Jon Favreau, Ben Kingsley.

Director : Shane Black.

Genre : Action, Sci-Fi.

Running time : 130 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3531

Si ‘manusia kaleng’ yang kini menjadi anak emas Marvel Studios kembali ke layar lebar setelah dua filmnya yang meraih untung besar. Petualangan Tony Stark mengalami pergantian posisi sutradara. Jon Favreau yang sebelumnya menyutradarai dua film Iron Man kini duduk sebagai produser sementara Shane Black ditunjuk sebagai penggantinya. Shane Black sendiri lebih dikenal sebagai penulis naskah yang baru satu kali menjadi sutradara yakni dalam film Kiss Kiss Bang Bang. Untuk naskahnya, Black dibantu oleh Drew Pearce yang statusnya belum pernah menulis naskah film. Akankah Iron Man 3 yang disebut-sebut menjadi akhir dari kisah Tony Stark menjadi penutup yang manis?

ironman3sceneTony Stark (Robert Downey, Jr.) kini berhadapan dengan kelompok teroris yang dipimpin the Mandarin (Ben Kingsley). Mereka memanfaatkan virus Extremis yang diciptakan oleh Aldrich Killian (Guy Pearce), ilmuwan yang rupanya masih menyimpan dendam kepada Stark. Hal tersebut dilakukan untuk menciptakan serdadu super. Stark mendapat serangan mendadak, rumah sekaligus tempat kerjanya dihancurkan. Ditengah kegelisahan yang dialaminya ia harus memutar otak untuk segera mencegah kelompok teroris tersebut. Dengan peralatan seadanya, Stark mulai menyusun rencana penyerangan guna menghentikan rencana jahat the Mandarin dan mengembalikan kehidupannya bersama Pepper Potts (Gwyneth Paltrow) yang juga tengah dalam bahaya.

Terjadi perbedaan yang cukup signifikan dalam film ini. Tony Stark yang biasanya digambarkan sebagai sosok playboy dan narsis menjadi lebih ‘serius’ dalam film ini. Meski begitu penonton tidak perlu khawatir karena sosok Stark yang tetap tampil memesona, membuat sifat narsis dan playboy-nya yang tidak begitu ditonjolkan lagi didalam film ini bukan menjadi masalah sama sekali. Duet Black dan Pearce menarik karena menyuguhkan sisi lain dari Stark lengkap dengan konflik-konflik yang selama ini belum begitu di sentuh dalam film sebelumnya misalnya saja kisah percintaan Stark dan Potts yang seringkali hanya menjadi tempelan namun dalam film ini hadir dengan tingkat intensitas yang cukup tinggi.

movies-iron-man-3-tony-pepperDowney sekali lagi berhasil memesona. Hal tersebut seolah-olah mengukuhkan dirinya bahwa sosok Stark memang diperuntukkan menjadi miliknya. Isu tentang siapa pengganti Downey untuk memerankan karakter sentral yang lahir dari komik itu terbukti hanya isapan jempol belaka. Stark memang telah menjadi jodoh bagi Downey. Yang paling menarik adalah kembalinya seluruh cast utama dari film-film sebelumnya. Paltrow yang biasanya sebatas pemanis tampil dengan porsi yang pas. Begitupun Hall meski dengan porsi minim. Hadirnya Kingsley sebagai the Mandarin menjadi pencair suasana ditengah konflik yang bergulir semakin tajam. Samuel  L. Jackson untuk pertama kalinya absen ditengah kembalinya para cast yang sempat hilang.

Cukup banyak kejutan yang hadir dalam jilid ketiga ini. Twist yang mencengangkan, fokus cerita yang mengalami perubahan sampai sosok Stark itu sendiri. Mungkin tidak semua penggemar akan menyukainya namun saya pribadi cukup menikmati apa yang disuguhkan Black dalam 130 menit. Dengan komposisi yang ada sulit untuk tidak memprediksi Iron Man 3 akan lebih sukses dari dua seri sebelumnya meski penggunaan teknologi 3D-nya  tergolong tidak memuaskan. Sebagai pembuka musim panas, Iron Man 3 sukses menjadi suguhan menghibur yang siap merajai tangga box office.

Iklan