REVIEW : 9 SUMMER 10 AUTUMNS


910Cast : Ihsan Tarore, Dewi Irawan, Alex  Komang, Shafil Hamdi Nawara, Hayria Faturrahman, Dira Sugandi, Agni Pratista.

Director : Ifa Isfansyah.

Genre : Drama.

Running time : 114 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3cinemaylo1141

Kisah from zero to hero bukan lagi menjadi hal baru yang pernah ada dalam kancah perfilman Indonesia. Jika penonton yang setia menonton film Indonesia ditodong beberapa judul film berplot sama, tentu akan menjadi pertanyaan yang mudah. Sebut saja, Menebus Impian (2010). Diangkat dari novel based on true story karya Iwan Setyawan, 9 Summer 10 Autumns mencoba hadir sebagai film inspiratif dengan plot serupa. Bagaimana sutradara kelas Citra, Ifa Isfansyah menerima tantangan membuat film dengan plot kadaluarsa semacam ini menjadi film yang tetap menarik dan jauh dari kesan cheesy?

910aaBerkisah tentang Iwan (Ihsan Tarore) anak dari kaki Gunung Panderman dengan segudang mimpi. Iwan lahir dikeluarga miskin. Ayahnya seorang supir angkot sementara Ibunya hanyalah Ibu rumah tangga tidak tamat SD. Iwan tumbuh bersama empat saudara perempuannya. Awalnya Ayahnya tidak pernah setuju Iwan meninggalkan rumah. Baginya Iwan cukup dirumah menjadi pengganti Ayahnya kelak. Namun Iwan berhasil meyakinkan sang Ayah untuk mendapat izin berkuliah di IPB. Menjadi anak yang cerdas membuka segala jalan Iwan menuju kesuksesan sampai akhirnya Iwan bekerja di New York, memperbaiki ekonomi keluarganya sekaligus mempererat hubungannya dengan Ayahnya.

Ifa Isfansyah membuktikan bahwa kepiawaiannya menggarap film keluarga patut diacungi jempol. Saya sendiri tidak tertarik lagi dengan plot yang sudah teramat banyak digunakan. Fajar Nugros, Ifa Isfansyah dan Iwan Setyawan menggarap naskahnya dengan baik. Meskipun diawal film berjalan lambat namun trio Fajar, Ifa dan Iwan tidak menjadikan filmnya membosankan. Naskah sederhana yang diusung secara efektif mampu mengembalikan rasa rindu terhadap rumah bagi siapapun yang menontonnya. Konflik demi konflik berdatangan namun kehangatan dari sebuah keluarga tetap terasa. Ifa juga sanggup memanjakan mata penonton dengan gambar-gambar yang indah. Pemandangan Batur sampai New York hadir dengan presentasi yang sangat memuaskan. Beban berat film adaptasi novel selalu sama. Namun tidak etis rasanya untuk selalu membanding-bandingkannya dengan novelnya. Sekali lagi, eksekusi naskah yang baik dan tidak berlebihan cukup menjadi kekuatan film ini.

910AutumnsfilmDari jajaran pemain Dewi Irawan memang paling memukau. Dewi dituntut berperan sebagai Ibu yang sangat sayang terhadap anak-anaknya tak jarang berselisih paham dengan sang suami demi membela anaknya, khususnya Iwan. Tak semenitpun Dewi Irawan tampil mengecewakan ketika kembali ke dalam frame. Alex Komang menjadi nama lain yang tak terbantahkan bermain sangat apik. Penampilannya sebagai Ayah begitu kuat dan membekas mengingatkan sosok Ayah yang kita temui pada umumnya. Ihsan Tarore didukung dengan packaging yang pas menjadikannya pilihan tepat memerankan Iwan. Tubuh kurusnya yang didapatkan melalui program diet untuk menyerupai sang tokoh asli patut diapresiasi. Meskipun kita tidak begitu mengetahui sosok asli Iwan, Ihsan memberikan gambaran melalui gesture yang mampu ditangkap penonton seperti apa sosok Iwan itu. Penampilan Shafil Hamdi sebagai Iwan kecil berhasil mencuri perhatian. Sulit untuk terpuaskan oleh Hayria Faturrahman, Dira Sugandi dan Agni Pratista yang bermain dalam porsi yang minim.

9 Summer 10 Autumns mungkin belum mampu menyamai hasil terbaik Ifa Isfansyah sampai saat ini, Sang Penari. Tetapi sebagai film drama dengan niat menginspirasi, film ini cukup berhasil. Mengajarkan banyak hal tentang kehidupan, pencapaian cita-cita dan memotivasi untuk meraih kesuksesan. Energi positif yang disuguhkan film ini sekali lagi patut diapresiasi. Namun satu-satunya bagian yang sedikit menimbulkan kekecewaan mungkin terletak pada endingnya yang menurut saya pribadi anti-klimaks. Beruntungnya 9 Summer 10 Autumns memiliki naskah yang cukup kokoh, cast yang mengagumkan dan sinematografi yang indah disetiap scenenya sehingga hal-hal kecil seperti tadi tidak lagi menjadi masalah besar. Tidak ada film yang sempurna bukan? Jika ditanya apakah film ini menjadi rekomendasi untuk ditonton? Jelas saja. Siapa yang tidak tahu akan Ifa Isfansyah dan kredibilitasnya yang nyaris tidak pernah mengecewakan.

Iklan