REVIEW : EPIC 3D


epicCast : Amanda Seyfried, Josh Hutcherson, Colin Farrell, Christoph Waltz, Aziz Ansari, Chris O’Dowd, Jason Sudeikis, Steven Tyler, Pitbull, Beyonce Knowles.

Director : Chris Wedge.

Genre : Animation, Fantasy, Adventure.

Running time : 102 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3cinemaylo114

Petualangan yang diwarnai pertarungan seru antara kebaikan melawan kejahatan rasanya sudah menjadi premis yang cukup basi khususnya dalam sebuah fim animasi. Namun disitulah letak spesialnya animasi. Ada banyak sisi lain yang bisa ‘mengangkat’ film tersebut terlepas dari premis yang bisa dibilang kadaluarsa. Gaya penceritaan yang dibungkus dengan gambar-gambar cantik yang mampu memanjakan mata menjadi salah satu kekuatan sebuah film animasi. Blue Sky Studios yang sebelumnya merilis animasi sukses seperti franchise Ice Age kali ini mengangkat cerita dari buku anak-anak berjudul The Leaf Men and the Brave Good Bugs yang ditulis oleh William Joyce. Proyek yang sudah terdengar sejak tahun 2006 dan baru memulai proses produksinya pada tahun 2009 ini berjudul awal Leaf Men akhirnya rilis dimusim panas 2013.

13456Mary Katherine atau MK (Amanda Seyfried) kembali kerumahnya dan tinggal bersama Ayahnya (Jason Sudeikis) setelah ibunya tiada. Ayahnya seorang Profesor yang sejak lama melakukan penelitian terhadap bangsa ksatria pelindung hutan, Leaf Men. Mary sebenarnya tidak begitu suka dengan kebiasaan dan hobi ayahnya yang tidak wajar. Ia hanya meminta ayahnya untuk bersikap normal seperti orang tua pada umunya.  Awalnya, Mary tidak pernah percaya dengan segala macam penelitian ayahnya. Ia baru percaya setelah tubuhnya menyusut karena menyentuh kelopak yang bersinar dan kemudian membawanya ke dalam pertempuran antara ksatria Leaf Men pelindung hutan yang dipimpin Ronin (Collin Farrell) melawan kubu Boggan pimpinan Mandrake (Christoph Waltz) pembawa kegelapan yang ingin menghancurkan kehidupan hutan. Mampukah Mary membantu Leaf Men untuk menyelamatkan hutan dari serangan Mandrake?

Menggabungkan banyak elemen-elemen film salah satunya Avatar karya James Cameron dan berkisah tentang petualangan besar seperti Star Wars, jangan buru-buru pesimis dengan film ini. Memang harus diakui Epic jauh dari kesan original. Trio Hart, Wedge sang sutradara dan Joyce yang menulis bukunya melakukan banyak perubahan plot yang cukup berbeda dengan sumbernya demi menggabungkan beberapa elemen-elemen film yang dianggap ‘pas’ untuk dihadirkan dalam film ini. Dari segi naskah hampir tidak ada yang istimewa. Selalu ada jenis-jenis karakter film-film animasi pada umumnya, hanya diganti dengan wujud atau bentuk yang lain. Alhasil secara keseluruhan penonton akan dengan mudah menebak isi filmnya.

epicccNamun kegagalan Epic yang tidak memberikan sesuatu yang baru dalam naskahnya (terlalu cheesy) setidaknya bisa sedikit terampuni dengan visualisasi yang megah dan meyakinkan. Kehidupan hutan dihadirkan dengan bagitu menarik lengkap dengan penggunaan teknologi 3D yang cukup efektif. Bukan menjadi hal yang menakjubkan namun tetap mampu memanjakan mata. Tidak menjadi kejutan karena proyek yang budjetnya jelas tak sedikit ini datang dari kualitas kru yang sudah berpengalaman dalam membuat film-film animasi. Menarik bahwa Queen Tara yang disuarakan oleh Beyonce digambarkan sebagai putri yang berkulit hitam dimana biasanya ‘identitas’ seorang putri/ratu lebih sering digambarkan berkulit putih. Amanda Seyfried jelas pilihat tepat mengisi suara MK. Meski memang sulit menilai performa aktor dalam film animasi. cast lain seperti Colin Farrell, Christoph Waltz dan Josh Hutcherson rasanya sudah memberikan kontribusi yang sangat pas. Tidak ketinggalan penyanyi Pitbull ikut mengisi peran kecil didalamnya. Setidaknya, terlibatnya nama-nama besar seperti diatas membuktikan keseriusan film ini untuk tidak dipandang sebelah mata.

Epic memang bukan film animasi yang sempurna. Naskahnya yang tergolong basi beruntungnya ditebus dengan visual yang memuaskan penonton khususnya anak-anak. Masih ada nilai-nilai positif yang diselipkan dan dapat dipetik dalam menonton film ini. Epic, sebuah tontonan yang ‘seharusnya’ menjadi pilihan bagi penonton anak-anak – ketimbang memilih film yang tidak sesuai umur – yang belakangan ini banyak terlihat didalam teater bioskop dengan tontonan yang jelas-jelas tidak sesuai umur. Bagi penikmat film yang sudah menaruh ekspektasi besar selepas menyaksikan trailernya yang sangat menjanjikan mungkin akan memberikan sedikit pernyataan kekecewaan. Yah, setidaknya Epic masih tetap mampu menghibur, bukan? Meskipun juga cukup mudah untuk dilupakan. “Just because you haven’t seen something doesn’t mean it’s not there.” My favorite quote!

images#MissingScene

Jika Anda teliti, adegan disamping yang cukup menarik terdapat dalam trailernya tetapi di filmnya sendiri tidak ada.

Iklan