REVIEW : THE HANGOVER PART III


HANGOVERPOSTERCast : Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis, Ken Jeong, Heather Graham, Jeffrey Tambor, Justin Bartha, John Goodman, Sasha Barrese, Gillian Vigman, Jamie Chung.

Director : Todd Phillips.

Genre : Comedy.

Running time : 100 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3531

Kisah empat orang sahabat yang melakukan ulah-ulah tak terkendali saat kehilangan sebagian kesadaran akibat berada di bawah pengaruh zat-zat psikotropika telah menjadi salah satu franchise film komedi yang sangat sukses. Siapa yang menyangka bahwa skrip yang laku dijual dengan harga $2 juta itu kemudian menjelma menjadi film yang membawa kesuksesan luar biasa bagi Warner Bros. Picture khususnya Todd Phillips sang sutradara. Berangkat dari kesuksesan film pertama yang bahkan masuk sepuluh film terlaris tahun 2009, Phillips kemudian membuat sekuelnya yang bersetting Thailand. Meski secara raihan tidak sesukses film pertama, The Hangover Part II tetap meraih untung membuat kemungkinan film ketiganya dibuat terbuka lebar.

The-Hangover-Part-III-2013-21Sejak Mei 2011, The Hangover telah direncanakan menjadi trilogi. Setelah berpetualang di Las Vegas kemudian mengalami kekacauan yang kurang lebih sama pada film kedua di Thailand lalu kemana arah babak ketiga franchise ini? Part III mengisahkan tentang Alan (Zach Galifianakis) yang mengalami depresi setelah ayangnya meninggal. Ketiga sahabatnya Phil (Bradley Cooper), Stu (Ed Helms) dan Doug (Justin Bartha) memutuskan untuk membawa Alan ke tempat perawatan gangguan mental. Konflik mulai muncil ketika mereka mendapat serangan dari kelompok gangster yang mencari Chow (Ken Jeong), gangster yang sebelumnya mereka temui di Las Vegas dan kini berteman dengan Alan. Marshall sang pemimpin gangster (John Goodman) meminta Alan, Phil dan Stu untuk mencari Chow yang telah mencuri uang $21 juta milik Marshall dengan ancaman Doug akan dibunuh jika mereka bertiga gagal menemukan Chow.

The Hangover Part III menyajikan plot berbeda dari dua film sebelumnya. Mungkin mengejutkan bahwa film ini tidak ‘se-hangover’ sebelumnya karena lebih. Langkah yang menurut saya cukup tepat sebagai trilogi karena jika plot yang disajikan benar-benar sama dengan apa yang sebelumnya sudah kita lihat tidak akan membedakannya sebagai ‘trilogi’ itu sendiri. Film pertama saya anggap sebagai perkenalan empat orang sahabat yang mengalami ‘hangover’, film kedua mereka mengulang kejadian yang sama (masih terasa wajar) dan film ketiganya lebih kepada petualangan sesungguhnya dalam ‘menyelesaikan’ semua akar masalah yang ada. Meski berbeda plot, Phillips tetap menonjolkan formula humor slapstick yang vulgar dan cenderung kasar. Formula yang tentunya sudah menjadi jualan utama franchise ini. Namun bukan The Hangover namanya kalau tanpa pesta-pesta aneh yang memacu kejadian-kejadian  aneh yang terjadi di alam bawah sadar. Kejadian serupa yang kembali dihadirkan sebenarnya cukup menjadi pertanyaan. “Mungkinkah hal tersebut bisa terjadi sampai tiga kali?”. Mungkin dimaksudkan untuk tidak menghilangkan ciri khas dari hangover sendiri tetapi secara logika tentu tidak begitu cepat untuk diterima.

hangoverJika ditanya siapa cast yang bermain paling baik rasanya akan sulit untuk dijawab. Tidak ada yang semenyebalkan Alan, tingkahnya yang seperti anak kecil yang polos tidak jarang membuat penonton gregetan. Bradley Cooper dan Ed Helms tetap mampu bersinergi dengan baik melengkapi kekonyolan-kekonyolan sahabatnya, Alan. Justin Bartha atau Doug yang memang selalu mendapat porsi demikian tidak dapat dibilang ‘tidak penting’ karena karakternya sendiri berpengaruh pada keseluruhan cerita meski untuk kemampuan akting sendiri juga sulit untuk dilihat karena masih dalam porsi yang minim. Lalu siapa lagi yang ‘seamburadul’ Chow yang dalam film ketiga ini tampil jauh lebih menyebalkan membuktikan bahwa Ken Jeong sudah cukup melekat terhadap karakter ini. Seluruh cast mampu bermain baik memberikan nyawa pada karakter masing-masing.

Jika diurut secara kualitas mungkin Part I masih terbilang paling bagus (disamping juga paling orisinil) namun who cares selama masih tetap mampu menghibur? Setiap part memiliki keunikan tersendiri meski secara garis besar yang apa yang diusung Phillips sama saja. Misalnya seperti Part II dimana di akhir film Phillips menyelipkan foto-foto geng Wolfpack ketika dalam kondisi ‘hangover’ mampu mengocok perut siapapun yang menontonnya. Plot cerita yang cukup berbeda rasanya tidak akan berpengaruh banyak. Filmnya tetap akan diminati penonton setia hangover maupun penonton umum yang gemar akan film komedi slapstick apalagi mengingat ini adalah akhir dari petualangan Wolfpack. The Hangover Part III menjadi semacam salam perpisahan untuk para Hangovers dan Wolfpackers (fans gang Wolfpacker) (ngarang aja) yang menghibur dan membuatnya sulit dilupakan.

Iklan