REVIEW : AFTER EARTH


aepCast : Jaden Smith, Will Smith, Isabelle Fuhrman, Sophie Okonedo, Zoe Kravitz, Kristofer Hivju, David Denman, Lincoln Lewis.

Director : M. Night Shyamalan.

Genre : Sci-Fi, Action, Adventure.

Running time : 100 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3cinemaylo1141

Sebelum benar-benar terpuruk, sebagai penikmat film Anda tentunya tidak akan sulit mengingat film-film pada masa kejayaan M. Night Shyamalan, sutradara yang dijuluki sutradara spesialis twist. Sedikit flashbackThe Sixth Sense yang rilis pada tahun 1999 disebut-sebut sebagai film Shyamalan paling baik dan di favoritkan oleh banyak orang. Setelahnya ada Unbreakable yang dibintangi Bruce Willis dan Signs yang tidak kalah sukses dipuji kritikus dan meraih untung besar. The Village yang mengambil tema horor psikologis menjadi penanda kemunduran karier Shyamalan dan sampai saat ini belum ada karyanya yang dianggap dapat mengembalikan masa-masa kejayaannya dulu meskipun secara raihan penonton film-film Shyamalan termasuk dalam kategori berhasil.

After-Earth-2013Pun begitu bukan berarti kepercayaan untuk membesut film-film lantas berkurang, terbukti pada tahun 2010, Shyamalan duduk dikursi sutradara untuk proyek The Last Airbender. Bersyukur meski mendapat tanggapan dingin dari berbagai kalangan kritikus dan menjadi salah satu film terburuk rilisan tahun 2010, The Last Airbender setidaknya tidak sepenuhnya gagal karena masih mampu meraih untung dari penjualan tiketnya. Tiga tahun berlalu, kini Shyamalan merilis film yang mengusung setting post-apocalyptic Earth atau kehancuran Bumi film,  After Earth yang berjudul awal One Thousand A.E .

Bersetting masa depan dimana para penduduk Bumi terpaksa harus meninggalkan Bumi untuk selamanya setelah bencana besar terjadi. Manusia kemudian membangun peradaban di sebuah planet baru bernama Nova Prime yang ternyata juga dihuni oleh alien-alien berbahaya. Untuk dapat melindungi masyarakat dibentuklah korps dengan prajurit-prajurit yang disebut Ranger. Cypher Raige (Will Smith) yang merupakan seorang Jendral dari korps tersebut mengajak anaknya Kitai (Jaden Smith) untuk mengunjungi Bumi yang telah ditinggalkan selama 1000 tahun. Sayang pesawat mereka dihantam asteroid membuat pesawat jatuh dan terjadi kecelakaan. Kitai yang gagal menjadi Ranger harus berjuang melawan bahaya di Bumi untuk bisa menyelamatkan sang ayah.

aesceneAfter Earth secara packaging memang harus diakui seolah-olah menjadi proyek yang sangat penting bagi sutradara keturunan India ini. Mengapa? Selain menjadi ajang comeback duet ayah-anak Will Smith dan Jaden Smith, film ini juga akan membuktikan  masih mampukah Shyamalan merebut hati penonton yang semakin ‘meninggalkannya’ lantaran kekecewaan atas karya-karya yang terus mengalami penurunan. Kegagalan-kegagalan Shyamalan sebelumnya (The Last Airbender adalah yang paling parah) memang secara tidak langsung mempengaruhi ekspektasi penonton. Saya pribadi sudah pesimis duluan dengan film berbujet $130 juta ini apalagi menyaksikan trailernya yang kurang begitu menggugah.

Sekali lagi pernyataan “Don’t judge a book from the cover” kembali berlaku. Apa yang disajikan Shyamalan didalam film ini ternyata tidaklah seburuk perkiraan banyak orang. Di beberapa bagian, After Earth memang gagal memuaskan salah satunya adegan pesawat jatuh yang tidak klimaks sama sekali. Naskah yang ditulis Gary Whitta dan Shyamalan mungkin terlalu cheesy untuk beberapa adegan namun secara keseluruhan After Earth dengan efek spesial disana-sini mampu menghibur. Chemistry antara James dan Will sendiri memang tidak sememukau The Pursuit of Happyness, tetapi keduanya masih mampu menampilkan hubungan ayah-anak yang awalnya ‘kaku’ kemudian berubah seratus delapan puluh derajat dengan cukup baik. Jaden Smith jelas merupakan aktor masa depan Hollywood. Ia kembali memberikan penampilan apik seperti dalam film-film terdahulunya membuatnya lebih ‘bersinar’ dari sang ayah yang terkadang berdialog layaknya sedang berpidato.

after-earth-jaden-smithAfter Earth memang bukan hasil terbaik yang bisa disuguhkan seorang M. Night Shyamalan. Jika dibandingkan dengan mahakaryanya, The Sixth Sense dan lain-lain jelas masih jauh dibawahnya. Tetapi Jangan buru-buru skeptis merupakan kunci dalam menonton film ini. Lemah di beberapa bagian tidak berarti Shyamalan sepenuhnya gagal menghadirkan ketegangan yang diharapkan. Anda masih akan merasakannya ketika Kitai mengarungi hutan, danau, pantai dan gunung dengan berbagai macam bahaya yang dihadapinya. Nikmatilah petualangan ayah dan anak yang dramatis dengan mengesampingkan rasa pesimis. Well done, Shymalan!

Iklan