REVIEW : WORLD WAR Z


MV5BMTg0NTgxMjIxOF5BMl5BanBnXkFtZTcwMDM0MDY1OQ@@._V1_SX214_Cast : Brad Pitt, Mireille Enos, Daniella Kertesz, James Badge Dale, Matthew Fox, David Morse, Eric West, David Andrews, Elyes Gabel, Abigail Hargrove, Sterling Jerins.

Director : Marc Forster.

Genre : Action, Drama, Horor.

Running time : 116 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

3531

Siapa yang tidak kenal dengan sosok zombie? Zombie memang telah menjadi salah satu makhluk horor menakutkan yang kerap diangkat ke dalam film. Karakteristik khas zombie pada awalnya tidak lebih dari sosok mayat hidup yang bergerak lambat yang siap menggigit dan menjangkitkan virus kepada siapa saja. Namun seiring berjalannya waktu, melalui kreativitas sineas film Hollywood, presentasi sosok zombie perlahan-lahan berubah, berbeda-beda bentuk dan karakternya sesuai kebutuhan suatu film. Langkah ‘membedakan’ atau ‘membuat ulang’ karakter zombie yang dilakukan banyak sineas terbukti membuat film-film bertema zombie tetap akan menarik untuk disimak meski gambaran tentang sosok tersebut sudah mencapai jumlah yang banyak.

world-war-z-movie-review_hSalah satu yang paling membekas mungkin film besutan Jonathan Levine, Warm Bodies yang baru saja dirilis. Zombie digambarkan memiliki pikiran, ikut jatuh cinta dan dapat berubah kembali menjadi manusia. Bukannya dianggap ‘berkhianat’ terlalu jauh, sosok lain dari zombie yang dihadirkan justru mendapat respon positif yang turut menunjang filmnya sebagai drama komedi yang manis. Nah, kali ini film World War Z arahan Marc Forster juga kembali ‘mengangkat’ zombie sebagai unsur utama dalam film dengan presentasi yang juga berbeda dari stereotip zombie pada umumnya. Dengan bintang utama Brad Pitt, film yang sempat menjadi rebutan dua kubu, Warner Bros. dan Appian Way untuk hak adaptasi novel World War Z akhirnya dirilis setelah rangkaian ‘perjalanan panjang’ mewujudkannya.

Berkisah tentang Gerry Lane (Brad Pitt) mantan penyidik handal United Nations diminta untuk ikut mengusut ketika wabah pandemik zombie menyebar dengan cepat keseluruh penjuru dunia. Awalnya Gerry menolak untuk menerima pekerjaan tersebut dan memilih menjaga istri dan anak-anaknya setelah lolos dari serangan zombie di Philadephia. Namun keberadaan istri dan anak-anaknya di sebuah kapal tempat orang-orang mencoba menyusun rencana melawan dan menghentikan zombie membuatnya tidak bisa menolak. Sialnya saat tugas baru saja dimulai, ilmuwan yang ditugaskan bersamanya tewas secara tidak sengaja. Ditengah kekhawatiran keluarganya akan keselamatannya, Gerry harus berpacu dengan waktu untuk menemukan solusi mengatasi serangan zombie yang terus meluas dan mengancam keselamatan seluruh penduduk dunia termasuk keluarga tercintanya.

WorldWarZ-ZombiewallTrailerHelifull5World War Z sudah memesona penonton sejak awal. Ketengangan hadir sejak menit-menit awal dilanjutkan dengan ketengangan lain yang selalu siap meneror penonton. Zombie dalam film ini bergerak sangat cepat melahap apa saja yang ada dihadapannya dan dapat mengubah manusia menjadi ‘bangsanya’ hanya dalam waktu kurang lebih 12 detik saja! Belum lagi jumlahnya yang tak terhitung. Cukup mengejutkan mengingat kita sudah terbiasa disuguhi film-film zombie dimana manusia memiliki waktu yang cukup panjang untuk juga berubah menjadi zombie setelah mendapat gigitan. Letak keseruan film salah satunya ada disitu. Namun World War Z tidak hanya melulu bercerita tentang manusia melawan zombie. Berbagai macam permasalahan sosial dan politik juga mewarnai film ini. Ada beberapa scene mungkin yang terkesan unbelieveable (jika saya sebutkan akan menjadi spoiler) namun bukankah film tidak akan sepenuhnya lepas dari ketidak masuk akalan?

Brad Pitt bisa dibilang baru kali ini bermain dalam format one-man show. Pesonanya jelas masih terasa. Pitt bermain sangat baik sebagai Gerry, pria yang mempertaruhkan dirinya, mencoba menyelamatkan keluarganya dan dunia. Sulit untuk ‘melihat’ cast lain karena memang Pitt lah yang ‘menguasai’ dan mencuri seluruh frame dalam film. Saya pribadi suka dengan chemistry antara Pitt dan Mireille Enos sebagai pasangan suami-istri meski scenenya tidak begitu banyak. Perihal penggunaan teknologi 3D mungkin tidak begitu fantastis, masih bekerja untuk beberapa adegan selebihnya biasa-biasa saja.

brad-pitt-blood-world-war-z-5Jika melirik dari pemberitaan-pemberitaan media yang mengungkap segala macam kekacauan yang terdapat dibalik proses pembuatannya seperti tambal sulam naskah, penundaan jadwal syuting yang cukup lama, bujetnya yang membengkak menyebabkan proses syuting amburadul, re-shoot sampai masalah konsentrasi Brad Pitt yang pecah dikarenakan proyek Killing Them Softly, mungkin banyak orang yang sudah skeptis duluan terhadap film ini mengingat World  War Z sudah sejak lama digadang-gadang menjadi summer blockbuster. Beruntungnya dengan segala kendala yang ada, Marc Forster berhasil menyuguhkan film yang diadaptasi dari novel berjudul sama itu dengan maksimal meski Max Brooks sendiri selaku pengarang bukunya mengakui kurang puas dengan hasil akhirnya yang cukup jauh berbeda dari novel aslinya. Forster secara konsisten menciptakan ketengangan dan menjaga ritme dengan pas dari awal sampai akhir membuat World War Z menjadi asupan wajib bagi anda penggemar zombie dan tentunya penikmat film musim panas di seluruh dunia. 

Iklan