REVIEW : PACIFIC RIM


MV5BMTY3MTI5NjQ4Nl5BMl5BanBnXkFtZTcwOTU1OTU0OQ@@._V1_SY317_CR0,0,214,317_Cast : Charlie Hunnam, Idris Elba, Rinko Kikuchi, Charlie Day, Rob Kazinsky, Max Martini, Ron Perlman, Heather Doersken.

Director : Guillermo del.

Genre : Scine-Fiction, Drama, Action.

Running time : 130 minutes.

Rate Description  :

O: Rubbish / 1: Dissapointing /  2: Ordinary / 3: Good /  4: Very Good / 5: Outstanding!

4

Genre fiksi ilmiah sudah bukan rahasia lagi sering mendapat apresiasi positif dari penikmat film dunia.  Apresiasi positif yang bisa jadi datang dari perolehan penonton yang tergolong fantastis atau pujian kritikus bahkan mungkin keduanya. Dengan riset-riset baru menambah ilmu pengetahuan, perangkat canggih, aksi full CGI yang spektakuler dan bumbu drama yang kuat seakan menjadi daya tarik film genre tersebut. Cloverfield, District 9, Inception, Avatar hingga Super 8 mungkin beberapa contoh yang tidak hanya sukses meraih laba melainkan juga mendapat respon positif dari kalangan kritikus. Masih dimusim panas tahun ini, sutradara yang vakum kurang lebih empat tahun sejak film terakhirnya Hellboy II: The Golden Army, Guillermo del comeback dengan film fiksi ilmiah berbumbu aksi berjudul Pacific Rim.

PACIFIC RIMJaeger menjadi harapan ketika monster-monster berukuran raksasa muncul dari dalam laut mengancam kehidupan umat manusia. Jaeger (robot) diciptakan dengan upaya melawan monster-monster dengan sebutan Kaiju yang mempunyai kekuatan luar biasa ingin menghancurkan dunia. Didalam situasi sulit, mantan pilot yang kembali dipekerjakan setelah pensiun selepas kehilangan kakaknya dalam suatu pertempuran, Raleigh (Charlie Hunnam) dan pilot trainee yang belum berpengalaman Mako (Rinko Kikuchi) berkolaborasi melawan Kaiju-kaiju dengan kekuatan yang tidak tertandingi demi menyelamatkan kehidupan manusia yang terancam akan punah.

Premis seperti diatas jelas sudah tidak asing. Banyak film dengan premis serupa namun yang pasti Anda akan langsung teringat akan Godzilla. Meski dengan ide yang terbilang kadaluarsa, Guillermo del mampu menyajikan film dengan tingkat intensitas yang baik. Ritme film tampil konsisten menghindarkan penonton dari kata bosan mengingat durasinya sendiri cukup panjang. Penulis naskah mengaduk kisah  yang  seakan adalah gabungan antara Cloverfield dengan Transformers dengan cukup tepat meski dibeberapa bagian dramatisasi rasanya tidak begitu perlu. Penampakan robot dan monster mampu memukau, menambah seru pertarungan Kaiju dan Jaegers yang menegangkan.

pacific-rim-drift-5Penggunaan teknologi 3D tidak sia-sia karena memang sangat bekerja untuk beberapa adegan. Ramin Djawadi menjadi komposer yang menangani score film ini terbukti kembali memberikan hasil maksimalnya setelah memuaskan kala mengisi ilustrasi musik Iron Man. Jelas memberikan kontribusi baik terhadap film ini secara keseluruhan. Dari segi cast, Pacific Rim bisa dibilang sama sekali tidak memasang bintang besar sebagai daya tariknya. Meski begitu performa para castsnya tidaklah mengecewakan. Charlie Hunnam sudah menjadi pilihan tepat, Idris Elba yang memerankan Pentecost berhasil tampil meyakinkan namun entah kenapa saya tidak begitu suka dengan Rinko Kikuchi dalam karakter Mako di film ini.

Pacific Rim awalnya adalah proyek yang mengkhawatirkan bagi saya. Dengan hanya melihat trailernya, saya sendiri tidak begitu ‘niat’ dan semangat dalam menontonnya. Namun apa yang saya prediksikan ternyata tidak tepat. Menyaksikan Pacific Rim begitu menyenangkan dengan durasi panjangnya itu. Bukan kisah baru, bukan sesuatu yang baru tetapi berhasil menjadi sebuah film dengan tujuan menghibur yang (memang) sukses menghibur. Guillermo del  comeback lewat genre fiksi ilmiah dengan potensi besar meraih keuntungan finansial dan pastinya menjadi favorit penggemar film sejenis. A must see!

Iklan